AES350 Menyapa Pagi

Selamat petang, esai hari ini tentang menyapa pagi. Pernahkan teman-teman bangun pagi dan betul-betul secara sadar menyapa pagi? Menatap ke langit, menghirup udara pagi dalam-dalam saat membuka pintu atau jendela kamar, mendengarkan cuitan burung dan merasakan hembusan angin yang menerpa lembut wajah kita.
Merasakan enerji yang hadir setelah semalaman tubuh kita beristirahat, badan kita yang telah mengganti sel-sel tubuh yang rusak dan berusaha membuang toxin yang tersimpan di sehari sebelumnya. Menghilangkan penat dan lelah yang tersimpan setelah sehari sebelumnya beraktifitas. Terutama mensyukuri hidup yang boleh berlanjut untuk mendapatkan pengalaman kehidupan sehari lagi sampai tibanya waktu istirahat di malam nanti...
Pagi tadi saya mencoba melakukannya, berusaha sesadar mungkin melakukannya. Setelah puluhan tahun bangun pagi, dan segera terburu-buru masuk ke dalam rutinitas - tanpa betul-betul menyadari betapa setiap pagi adalah anugerah luar biasa buat kita manusia.
Lucunya, saya jadi merasa cuitan burung yang terdengar adalah sapaan selamat pagi buat saya. Saya jadi menoleh ke atas mencari sumber suaranya, di mana burung kecil itu bertengger. Burung kecil yang sepertinya setiap hari berkicau riang sebelum mulai mencari makan untuk sehari lagi kehidupannya... Pagi tadi suasana memang terasa hening - mungkin karena banyak warga yang sudah mulai mudik sehingga pagi tadi tidak banyak suara kendaraan lalu lalang. Damai rasanya.
Saya jadi ingat Sadhguru yang bilang betapa manusia mudah sekali kehilangan perspektif hidupnya. Human are so easily distracted - losing their perspective. Katanya, manusia mudah sekali lupa menyadari bahwa setiap hari dimulai, alam semesta masih bergulir dengan segala siklusnya, milyaran galaksi, bintang dan planet-planet masih berada dalam orbitnya, kehidupan di planet bumi masih berjalan baik. Tapi manusia - satu saja pikiran kecil yang mengganggunya, hidupnya bisa jadi kacau tidak beraturan. Padahal ada anugerah kehidupan luar biasa yang diterima, kesempatan bagi setiap insan manusia untuk melakukan kebaikan yang bisa dia lakukan.
Kesadaran - lagi-lagi adalah kata kuncinya. Pagi ini adalah pagi yang luar biasa buat saya - mengantar saya untuk menikmati waktu hening sebelum menjalani hari ini. Petang ini saya memutuskan untuk menuliskan pengalaman tadi untuk esai saya hari ini. Semoga semua makhluk berbahagia. Salam.
Photo by NAUSHIL ANSARI: https://www.pexels.com/photo/photography-of-petal-flower-640785/
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…


