AtomicEssay

AES354 Kembali ke Fitrah

Andy Sutiosopenulis arsip2

Kemarin iseng-iseng mendengarkan wawancara orang-orang muda sama pak Mahfud MD, salah satu tokoh yang menurut saya masih bener di Republik ini... Kenapa saya bilang masih bener - karena ada juga sih tokoh yang dulunya bener sekarang jadi gabener... wkwkwk... 

Isi wawancara itu adalah tentang kondisi Indonesia secara umum - terutama menjelang tahun 2024. Momen yang menurut saya bakal krusial untuk perjalanan Indonesia ke depan. Dari wawancara itu memang pa Mahfud mengungkapkan masih ada setidaknya dua problema besar bagi Indonesia - walaupun begitu banyak hal yang sudah dicoba diperbaiki oleh pemerintahan Jokowi. Tapi karena permasalahannya sudah sangat pelik - karena salah kepemimpinan oleh beberapa presiden sebelumnya, ya cukup sulit memperbaikinya. Dua masalah itu adalah masalah radikalisme dan korupsi. Keduanya memang masalah terbesar yang menggerogoti Republik ini. Oh iya saya juga sempat menulis tentang ini - tentang siapa yang bisa jadi penerus Jokowi. Tulisan saya ada di sini - judulnya : Setelah Jokowi.   

Di akhir wawancara pa Mahfud ditanya, apa pak, pesan penutup bagi pemirsa wawancara ini. Kurang lebih beliau bilang begini, "Menjelang Idul Fitri - mari kembali ke Fitrah. Nah Fitrahnya Bangsa Indonesia itu apa? Keberagaman". Kira-kira itu yang disampaikan oleh beliau. Mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa Indonesia itu hakikatnya keberagaman. Mari kita kembali ke sana. Karena kalau itu fitrah - ya itulah yang dikehendaki oleh Sang Penciptanya. 

Di tepi jalan depan rumah saya ada pohon mahoni - yang setiap tahun pasti merontokkan daun-daunnya ke jalanan dan halaman depan rumah kami. Jadi kami harus menyapu dan membersihkan daun-daun yang rontok itu karena memang banyak sekali. Entah berapa karung harus kami siapkan untuk membersihkan dedaunan itu. Suatu kali sehabis menyapu halaman, saya duduk beristirahat lalu mengambil beberapa helai daun kering itu - kemudian mengamatinya. Muncul pertanyaan dalam benak saya, "Apakah ada dua helai daun yang sama persis? Apakah kita bisa menemukannya?". Silakan cari jawabannya sendiri. 

pexelsmichael72509.jpg

Alam semesta ini diciptakan beragam - itulah hakikat penciptaan. Tidak ada dua benda di alam semesta ini yang sama persis. Saya kok yakin itu. Jadi itulah salah satu fitrah keberadaan kita di alam semesta ini. Inilah yang perlu kita sadari betul - sadari sepenuhnya. Jadi ya ga perlu alergi berhadapan dengan perbedaan - karena kita memang diciptakan demikian. Salam. 

Photo by fauxels from Pexels
Photo by Michael: https://www.pexels.com/photo/green-leaf-tree-72509/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES935 Dialog Batin : Akar Perwujudan Kehidupan Manusia

John Dewey bilang, Pendidikan adalah Kehidupan itu Sendiri. Dalam konteks itulah, kita perlu berupaya memahami apa yang disebut dengan manusia seutuhnya dalam konteks kehidupannya yang sejati, tentunya dalam pemaknaannya yang paling fundamental. Manusia sejatinya adalah makhluk spiritual. Hal ini t…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES906 Hidup Berkesadaran itu Sederhana

Memilih kata yang berbeda dari Spiritualitas yang cenderung 'jauh', 'berat' atau kelewat serius, saya mengambil pilihan kata Hidup Berkesadaran untuk tulisan yang ini. Tulisan sebelumnya adalah memang berjudul Spiritualitas itu Sederhana dan bisa dibaca di sini. Satu lagi yang dekat adalah tulisan…

Andy Sutioso73
AtomicEssay

AES891 Memahami Konsep Kesadaran / Spiritualitas

Masih dalam upaya menarasikan (menjabarkan melalui bahasa - yang catatan pentingnya adalah hasil kerja pikiran) untuk menerjemahkan perihal kesadaran / spiritualitas (ranah yang sesungguhnya melampaui kerja pikiran). Tujuannya agar kita semua bisa memahami / menalar terlebih dulu apa itu kesadaran…

Andy Sutioso24