AtomicEssay

AES248 Setelah Jokowi ?

Andy Sutiosopenulis arsip2

Sudah lama ingin menulis tentang ini. Siapa setelah Jokowi? Siapakah tokoh yang pas bisa menggantikan Jokowi memimpin Indonesia. Setelah dua periode menikmati kepemimpinan Jokowi? Siapa yang layak menggantikannya? Hmm, tulisan ini bukan tentang bertemakan politik, tapi lebih tentang kebangsaan. Kalau bicara bangsa, tentunya ada yang harus ada pemimpinnya. Politik adalah pertarungan atau perebutan kekuasaan.   

Konteks tulisan ini adalah sosok seperti apa yang mestinya memimpin Indonesia? Sosok bagaimana yang membadani, menghayati kepribadian Indonesia yang secara kokoh tumbuh berakar di atas benih ke-Nusantaraan dan ke Indonesiaan yang sejati - yang tumbuh dari dalam tanah yang subur akan keberagaman. 

Ini pertanyaan besar yang sering mondar-mandir dalam benak saya, karena di tahun 2024, kepemimpinan Jokowi akan berakhir. Bangsa ini mesti bisa menemukan sosok kepemimpinan lain yang bisa melanjutkan langkah-langkah besar yang sudah dimulai dan dilakukan Jokowi selama 2 tahun kepemimpinannya. Sejujurnya saya sangat mengagumi Jokowi. Dia seorang pemimpin yang betul muncul dari rakyat dan punya keberanian besar untuk melakukan berbagai gebrakan dalam membangun Indonesia - untuk kepentingan rakyatnya. Pakde ini sangat bersahaja - dan begitu banyak hal yang dilakukannya yang betul-betul menyentuh rakyat bahkan di lapisan terbawah sekalipun. Luar biasa. Saya lihat beliau juga tidak berubah, tetap konsisten, tetap sederhana. Keren... Siapapun presiden berikutnya, akan sangat sulit menyamai apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi. Di sisi lain, Jokowi sudah menunjukkan bahwa hal-hal yang sudah kita lihat selama ini bisa kok dilakukan dan diwujudkan di Indonesia. 

Bagi saya, siapapun  penerusnya, satu kriteria penting buat saya adalah tentang keberagaman - karena itulah salah satu hakikat, soko guru yang menjadi penopang jati diri Bangsa Indonesia. Di atas soko guru itulah hal-hal lainnya dibangun. Menafikkan hal itu hanya akan membawa kehancuran. Kita belajar tentang itu saat pilkada Jakarta beberapa tahun silam. Masyarakat Jakarta juga mestinya belajar bagaimana apa yang sudah dibangun di atas kebaikan hancur juga di bawah kepemimpinan orang yang tidak kapabel dan juga tidak menghayati batin masyarakat Indonesia.

Ada beberapa nama yang saya simpan dalam benak saya saat ini. Saya tidak peduli politiknya, saya tidak peduli partainya apa, yang saya lihat dan amati adalah bagaimana sosok ini sebagai manusia dalam kiprah kehidupannya sehari-hari, sikap dan tindakannya terhadap dirinya sendiri dan terhadap saudara-saudara sebangsanya. Mudah-mudahan sosok terbaik akan muncul menggantikan Jokowi di 2 tahun mendatang. Salam.   

gambar dari Socio-Politica.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES791 Bendera, Upacara dan Spirit Ke-Indonesia-an

Setiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi harinya, saya menerima sebuah video pendek dari mas…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES378 Perginya Guru Bangsa

Kemarin masuk pesan di hape saya yang entah kenapa isi beritanya segera menusuk ke perasaan saya. Sedih... Beritanya adalah kepergian Buya Safii Maarif. Salah satu sosok yang saya anggap guru. Saya juga memandang beliau sebagai guru bangsa. Kemarin beliau pergi dan entah kenapa rasa duka segera men…

Andy Sutioso50
AtomicEssay

AES312 Sang Pengibar Bendera

Ada satu sosok unik di Semi Palar yang mungkin sulit ditemukan di sekolah atau di tempat-tempat lain. Di Semi Palar ada Sang Pengibar Bendera - Imam Suryantoko. Di Semi Palar dipanggil kak Imam. Saya berkenalan dengan kak Imam di Rumah Nusantara di sekitar tahun 1998. Di tahun-tahun itu saya sedang…

Andy Sutioso70