Atomicessaysmipa

AES36 Wayang Sentir #waktukukecil2

matheusaribowopenulis arsip2

Api di sumbu sentir menari-nari. Membuat wajah Mbah Oyeng sekelibat gelap lalu tampak lagi dan terus berulang.

Kata mas Yuli tetangga kami, rumah mbah Oyeng itu belum pakai listrik. Jadi kalau malam, tidak seterang rumah-rumah lain.

Tetapi Tius tetap senang, itu berarti ia bisa bermain wayang sentir setiap malam.

Mbah Oyeng memang bukan dalang seperti mbah Ndut, tetapi mbah Oyeng bisa membuat wayang sentir. Cahaya sentir yang remang dan bergoyang, bisa disulap mbah Oyeng menjadi apa saja.

"Timun mas berlari dan melemparkan biji timun. Raksasa pun terjebak, ..." dan masih akan diteruskan hingga Tius tertidur.

Cerita timun mas juga pernah dipentaskan oleh mbah Oyeng menggunakan wayang sentir. Cukup dengan cahaya lampu sentir dan permainan jemari mbah Oyeng, puluhan bahkan ratusan cerita telah Tius saksikan. Pentas wayang sentir selalu ditunggu-tunggu setiap malam.

Meski lubang hidung mereka menjadi hitam pada pagi harinya, tetapi wayang sentir mengubah gelap malam menjadi kemeriahan sebuah pentas.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomicessaysmipa

#AES40 MaLAYa (Mamat, Lyn, Andy, Yanti)

Pada 23 Januari 2023 Bandung dan Cimahi masih diselimuti awan teduh. Sepertinya langit sengaja mengerahkan para awan untuk memayungi petualang Malaya bertualang dalam kayuhan. Hawa dingin tidak mengerutkan hangatnya perjumpaan dan tekad untuk bersama menyusuri segala medan di depan. Beriring doa da…

matheusaribowo31
Atomicessaysmipa

AES39 Kembali Mengayuh

Cerita hari ini (Senin, 23 Januari 2023) memang akan saya tulis. Hari yang sederhana, namun amat berkesan (seperti juga ungkapan kak Lyn tentang perjalanan ini; "berkesan"). Sesederhana kayuhan sepeda. Ketika tetap mengayuh, kita berjalan. Dalam kayuhan, kita seimbang, meski seolah tak ada yang men…

matheusaribowo42
Atomicessaysmipa

AES38 Kamar Mbah Oyeng #waktukukecil4

Aroma rambut mbah Oyeng paling terasa di kamar. Menempel di bantal, di jarik, di guling, dan dipelukan mbah Oyeng setiap malam. Tius suka sekali dengan aroma kamar mbah Oyeng. Kalau Tius sedang merasa sedih atau marah, Tius sering membenamkan wajahnya ke bantal di kamar mbah Oyeng. Semua bantal pas…

matheusaribowo00