AES38 Penguasaan Diri

“Berikan saya ketenangan untuk menerima apa yang tidak bisa saya ubah, keberanian untuk mengubah apa yang bisa saya ubah, dan kebijaksanaan untuk tahu perbedaaan antara keduanya” – Reinhold Nieburh
Kutipan diatas adalah salah satu kutipan yang selaras dengan konsep stoicism. Menurutku kunci dari stoicism ini adalah pengusaan diri, dan sebenarnya kita sebagai manusia diberikan kendali penuh untuk diri kita itulah yang membedakan kita dengan hewan. Seekor harimau yang dibesarkan disebuah kandang sejak bayi bisa saja melukai pawangnya, padahal mungkin harimau itu hanya sedang bermain tapi dia tidak bisa mengolah emosi dan energinya untuk tidak menyakiti sang pawang. Berbeda dengan manusia kita bisa mengendalikan penuh emosi, tenaga dan pikiran kita.
Ada hal-hal yang bisa kita usahakan ada yang diluar kendali kendali kita, dimana kita berusaha sekuat apapun belum tentu bisa menubah keadannya. Nah stoicism ini mengajarkan kita untuk memberikan batas mana yang bisa kita ubah mana yang tidak, yang bisa kita kendalikan secara penuh adalah pikiran dan tubuh kita.
Seorang stoicism tidak akan membuang energinya untuk memikirkan hal-hal yang diluar kendalinya, misalkan ada hate speech yang menyebar luas di media sosial saat ini atau orang julid yang menjelek-jelekan kita di lingkungan terdekat kita, seorang stoicism tidak akan memikirkan masalah itu, karna yang bisa kita lakukan adalah bersikap baik, orang suka atau tidak dengan kita itu diluar kendali kita.
Rasa sakit karna perkataan buruk orang lain adalah rasa sakit yang kita pilih, bila digambarkan hate speech adalah sebuah panah yang mengarah ke jantung kita tapi panah itu akan berhenti tepat 5cm didepan kita. Kita memang melihat (mendengar) hate speech itu tapi dia tidak menyakiti, yang dilakukan kebanyakan orang adalah mengambil panah itu dan menusukannya sendiri hingga hate speech itu terasa sakit. Dengan prinsip stoicism ini menurutku kita diberikan pilihan untuk tidak menancapkan panah itu cukup melihat dan mendengarnya saja, dijadikan pembelajaran dan tidak usah mengambil rasa sakitnya.
Photo by Gioele Fazzeri on Unsplash
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES98 Memilah Lalu Memilih
Terkadang, ada hari-hari dimana kamu merasa tidak puas akan dirimu Juga mungkin terhadap orang lain. Kadang, kamu menyesali apa yang sempat kamu katakan ke orang lain, takut orang itu tersakiti oleh kata yang keluar tanpa pikir panjang dari mulutmu. Kadang juga justru kamu merasa kecewa karena kata…

AES94 2. Tutur Kata Baik
Hal kedua setelah rutin ialah betutur kata baik. Berbeda dengan rutin yang coba kita terapkan selama di Bali, tutur kata baik ini sudah kami terapkan sejak awal perencanaan. Aku secara khusus menyarankan teman-teman Banua Tada untuk melatih tutur katanya, dimana pun, saat bersama siapa pun. Saat he…

AES86 Membandingkan Diriku
Beberapa hari lalu aku mengunjungi kampus tempatku menimba ilmu karena beberapa keperluan, tidak disangka ternyata beberapa teman seperjuangan juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi tempat yang sama sehingga ‘tiba-tiba reuni’. Aku tipe orang yang malas mencari tahu tentang kehidupan orang lain,…
