AES417 Debat

Tulisan ini merespon tulisan kak @shafa yang kedua - yang diberi judul Menang ini Punyamu. Saya mau menyoroti tentang Debat. Hari ini saya mengikuti debat calon ketua OSIS SMP Smipa.

Saya diundang menjadi panelis oleh Nayla, panitia pemilihan Caketos bersama kakak-kakak lain, kak Robert, kak Ome dan kak Leo untuk duduk sebagai panelis, menggali pemikiran apa saja yang ada di belakang niatan mereka untuk maju sebagai Ketua OSIS periode mendatang.
Selalu seru hadir di forum-forum seperti ini karena ini adalah kesempatan untuk melihat dinamika dan bagaimana profil calon-calon pemimpin yang aa di Smipa dalam konteks organisasi yang relatif masih sederhana.
Ada kata-kata yang saya pernah dengar bahwa di dalam debat, lawan bicara adalah teman berpikir, di mana kita ditantang untuk terus menggali pemikiran-pemikiran kita. Proses yang bisa mendorong kita berkembang semakin baik. Jadi debat itu keren banget kan ya. Tapi tetutama di masyarakat seringkali kita lihat bagaimana debat itu adalah upaya untuk saling menjatuhkan, bukan proses untuk membangun. Dari proses debat ini kita bisa membaca gagasan-gagasan, pola pikir dan nilai-nilai yang dibawa oleh peserta debat. Dalam konteks pertemuan di bengkel ini, kita bisa melihat siapa individu yang paling pas untuk memimpin organisasi - dalam hal ini OSIS di dalam perjalanannya ke depan.
Proses yang berjalan di bengkel cukup menarik buat saya. Sayangnya Kinang, salah satu kandidat tidak bisa hadir karena sakit. Jadinya yang ada di depan kita adalah dua kontestan lainnya, Asya dan Haaya. Dua kandidat yang sehari-hari adalah sahabat - istilah sekarangnya Bestie . Tapi justru karena itu dinamikanya jadi menarik bagaimana dua sahabat memunculkan dirinya supaya bisa dilihat siapa sosok terbaik - yang bakal dijadikan pilihan oleh anggota OSIS, para pemilihnya.
Kedua calon tampil cukup rileks dan menurut saya tampil apa adanya. Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan apa adanya, jujur dan dengan demikian semestinya membantu para pemilih untuk bisa melihat siapa calon terbaik untuk memimpin OSIS. Suasana juga cukup aktif, walaupun untuk panitia, saya usul bahwa para pemilih diberi kesempatan terlebih dahulu untuk memberikan pertanyaan, panelis bisa diminta untuk belakangan menggenapi dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum ditanyakan anggota OSIS. Bagaimanapun, OSIS adalah organisasi bagi para anggotanya - bukan untuk para panelis. Panelis bisa membantu membukakan wacana, memancing diskusi bukan menguji para kandidat.
Saya pikir ini catatan kecil dari debat Caketos minggu lalu. Semoga OSIS SMP Smipa terus berkembang dan jadi ruang bersama untuk belajar berorganisasi, bekerja sama dan memimpin. Salam Smipa.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES964 Berhenti Sejenak Merenungkan Kesadaran
Mudah-mudahan tidak terlalu berlebihan kalau Semi Palar menempatkan kesadaran sebagai esensi dari berbagai proses pembelajaran di Rumah Belajar kita ini. Sesuatu yang jarang disentuh di berbagai ruang pendidikan yang ada. Kenapa ini jadi bagian dari konsep pembelajaran di Semi Palar, ini bukan sok…

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

