AtomicEssay

AES429 Bis Sekolah?

Andy Sutiosopenulis arsip2

Tulisan ini terinspirasi saat teman-teman K7 kembali dari Perjalanan Kecil beberapa waktu lalu. Dua buah angkot warna biru yang kita sewa masuk area parkir dan menurunkan anak-anak sekembali dari perjalanan tersebut. 

Saya sempat memotret salah satu angkot seusai mengantarkan anak-anak di area parkir dan kembali ke jalanan kota Bandung. Entah kenapa saya teringat tahap-tahap awal kami merintis Semi Palar. Saat itu, sempat terpikirkan, punya keinginan dan cita-cita untuk menabung hingga suatu waktu bisa membeli / punya Bis Sekolah. Saat itu terpikirkan - seperti di sekolah-sekolah lain, bis sekolah ini bisa jadi salah satu kebanggaan sekolah, saat kesana kemari di jalanan kota Bandung. 

Di sepanjang perjalanan, entah kenapa cita-cita itu menghilang - saat mengamati bahwa dari konteks pendidikan holistik, teman-teman Smipa bepergian dengan kendaraan umum justru jadi ruang pembelajaran yang juga baik adanya. Banyak hal dan pengalaman yang tidak bisa didapatkan saat anak-anak terus difasilitasi dengan bis sekolah, terpisah dari dinamika mobilitas masyarakat. Konsep-konsep pembelajaran terutama relasi sosial dan membangun kesadaran bisa lebih didapatkan anak-anak dengan bepergian menggunakan kendaraan umum. Itulah sebabnya, di perjalanan besar kelas 8, teman-teman berangkat ke tujuan dengan menggunakan kendaraan umum, apakah itu bis antar kota ataupun kereta ekonomi. Perjalanan juga adalah bagian dari proses pembelajaran holistik. Kami yakin, teman-teman mendapat banyak pelajaran dari pengalaman-pengalaman semacam itu.

IMG20140310WA0001.jpg

Di atas ini foto Nisrina yang sedang duduk di KA Ekonomi dalam perjalanan ke Solo - saat Perjalanan Besar pertama - Menelusuri Jejak Mataram. Nisrina sedang berinteraksi dengan teman kecil, penumpang satu gerbong di perjalanannya - bagian dari tantangan yang diberikan kakak untuk berinteraksi dengan teman-teman seperjalanan. 

Di sisi lain, sebagai alternatif, saat bepergian menggunakan kendaraan orangtua adalah juga bentuk keterlibatan orangtua. Satu situasi di mana anak-anak merasakan betul bagaimana orangtua ikut terlibat dan jadi bagian dari proses pembelajaran. Sebentuk koneksi bisa kita dapatkan lagi. Jadi ya begitulah cerita bagaimana Semi Palar menghilangkan cita-cita punya bis sekolah. Toh yang terpenting adalah proses dan pembelajarannya ya - bukan perangkatnya. Salam. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES149 Aki Muhidin

"Pak Andy, apa yang bapak sampaikan tadi mendalam sekali ya. Walaupun sederhana tapi sangat dalam". Di sesi penutupan DikLat yang lalu, seorang rekan Kepala Sekolah menghampiri saya dan menyampaikan hal ini. Iya pak, saya respon. Kenapa saya sampai mengungkapkan kata-kata Aki Muhidin dalam kesempat…

Andy Sutioso70
AtomicEssay

AES126 Smipa: Sekolah Kecil, Kenapa?

Kali ini saya ingin coba menulis sedikit tentang kenapa Semi Palar sejak awal direncanakan sebagai sebuah sekolah kecil. Gagasan awalnya memang sudah begitu - sekedar karena membayangkan kelas yang lebih kecil akan lebih baik dalam proses pembelajaran di kelas. Guru akan lebih kenal muridnya. Itu s…

Andy Sutioso150
AtomicEssay

AES944 The God Code : Biologi yang Sakral

Ini salah satu tulisan terkait bagaimana pengelolaan Kurikulum Holistik. Pembelajaran Holistik bukan sekedar pendekatan belajar yang berbeda - tapi ada perbedaan mendasar dari cara pandang dan tentunya juga hal-hal yang menjadi penting atau esensial difasilitasikan kepada anak-anak kita yang dalam…

Andy Sutioso11