AtomicEssay

AES43 Tidak Salah Alamat Apalagi Tertukar

matheusaribowopenulis arsip2

Kita semua akrab dan cukup sering mendengar kalimat ini, "Rejeki takkan tertukar atau rejeki takkan salah alamat." Kalimat itu kuamini benar, terutama rejeki kedamaian batin. Sebab dalam kejujuran dan pengenalan pada diri, kedamaian bersemayam. Hal ini pula yang terus dituju aliran hidupku. Sebuah jalan yang kusebut sebagai "Jalan Sunyi". Secerca upaya memadamkan ingar bingar dan cahaya berlebih. Tema ini pula yang menjadi dunia paralel kedua lanjutan dari tulisan sebelumnya di AES ke 41 saya. https://ririungan.semipalar.sch.id/matheusaribowo/blog/5228/aes41-eksplorer-eksplorer

Paralel kedua atau hal lain yang kupelajari bersamaan dengan 3 minggu, 3 sesi belajar Human Design, ialah "Karaseda". Karaseda awal mulanya adalah nama atau seorang tokoh dalam kebudayaan Sunda. Keturunannya kemudian mengajarkan sebagian kecil "karaseda" kepadaku. Dalam sebuah kelas yang lebih nyaman disebut ruang saling berbagi. Diawali dengan "mengalami enerji" atau energy experience dengan "aji tapak indung", dilanjutkan menghening di batas terang dan gelap. Sekilas tak ada bedanya dengan rutin waktu hening atau meditasi yang sudah kujalani. Tetapi pada titik tertentu ada hal yang berbeda. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan, karena memang "dialami" dan sangat personal. Sesi terpanjang ada pada saling berbagi pengalaman perjumpaan dengan diri dan sang "guru sejati". 

Pengalaman hari itu begitu sederhana namun akan sangat rumit jika harus dituliskan dengan kata dan bahasa. Pengalaman untuk semakin masuk ke dalam diri, tanpa menjadi "egois", tetapi justru kembali kepada cetak biru diri sendiri. Selaras dengan apa yang dipelajari dalam Human Design. Chart Human Design memberi tahu kita dengan cukup jelas bagaimana cetak biru kita dengan memasukkan data yang diperlukan. Tetapi karaseda seperti juga beberapa jalan spiritual lain yang pernah kupelajari termasuk kejawen, mengajak kita mengenali diri dari perjumpaan langsung dengan sang guru sejati.  

Ini sebagian potongan puzzle perjalanan di "jalan sunyi"ku. Setiap kita memiliki jalannya masing-masing, yang tentu saja berbeda dan memiliki makna pribadi. Sebab, rejeki (kedamaian) takkan salah alamat apalagi tertukar.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES341 Menelaah ke Dalam Diri

Esai yang ini terinspirasi dari tulisan kak Wiwit yang berjudul Inner Light. Jujur saya ngefans sama tulisan-tulisan kak Wiwit yang selalu unik dan punya warna tersendiri. Saya mulai bisa menebak ini tulisan kak Wiwit sebelum saya melihat identitas penulisnya. Sebelum mulai menulis ini, saya mencar…

Andy Sutioso31
AtomicEssay

AES012 Hening itu Penting

[repost dari Ning] Hmm, tulisan ini masih nyambung dengan tulisan saya sebelumnya (AES#11 Menulis Untuk Siapa (dan Untuk Apa)? Dalam tulisan itu saya menggambarkan bagaimana menulis adalah sarana untuk mengambil jarak dari segala kesemrawutan pemikiran kita. Tulisan ini juga akan bercabang ke dua e…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES 54 Kamu punya hantu?

Pada suatu Kamis, tema menulis CSWC adalah bagaimana cara mengahadapi "hantu". Dari undian kartu, hantu yang mesti kuhadapi adalah hantu Loneliness. Tetapi bagiku, loneliness bukanlah hantu. Bukanlah sumber ketakutan, bukan sesuatu yang harus kutakuti. Bahkan, hadiah yang kuterima dari loneliness a…

matheusaribowo40