AES43 Welcome August, Welcome New Home
Welcome August, Welcome New Home.
Tulisan saya yang ke-43 setelah terpenggal satu minggu lebih, padahal ada beberapa hal yang ingin saya tulis tapi hanya berakhir sebagai draft di otak.
Kamis dua minggu lalu, kami sekeluarga diungsikan ke rumah kakak ipar. Tetangga sebelah rumah terpapar covid, mama mertua panik karena di rumah ada bayi. Puji syukur kami sehat semua, walaupun rasanya agak 'riweuh' ya mau bagaimana lagi...
Namun, selalu ada hikmah dari setiap kejadian jika kita bersyukur dan minim mengeluh. Di rumah kakak ipar tersedia wifi yang saya akui sangat menunjang proses belajar saya sebagai fasilitator. Setiap hari saya merasa bahagia mengikuti kelas daring bisa melihat semua wajah di layar laptop, yang tidak bisa saya rasakan sewaktu proses magang dulu. Karena terkendala sinyal yang buruk, ketika online di rumah semua kamera tertutup. Saya selalu berfikir, amatan tidak akan maksimal.
Selain wifi yang lumayan bagus, disana juga ada ruang hijau terbuka. Setiap hari menikmati sinar mentari pagi, sirkulasi udara sangat baik, ya semacam rumah ramah lingkungan yang anak-anak Rosella buat di Tema 4 semester lalu.
Sambil menikmati hidup mewah tersebut, saya memutuskan untuk memasang wifi juga dirumah. Ketika pulang kembali ke rumah, sudah dapat menikmati kebahagiaan sinyal internet bagus untuk mendukung proses fasilitasi secara daring.
Ternyata memang, walau bagaimanapun saya terbawa arus digitalisasi.... Hahahhaha... Tidak ada sinyal bagus, tidak bisa optimal hidup di zaman sekarang... Tapi, semoga diri saya di dalam tetap ajeg, tak terbawa arus itu.
Sudah tengah malam, besok tak sabar bertemu dan melihat wajah-wajah Kelompok Gatrik!!
Salam,
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Memasak Pelan-Pelan: Dapur Tradisional, Ritme Hidup, dan Pendidikan Rasa
Aku berdiri di depan hawu, memperhatikan api kayu yang perlahan menyala.Tidak ada suara klik tombol, tidak ada layar digital, tidak ada notifikasi yang mendesak.Hanya bunyi kayu terbakar, aroma daun pisang, dan gerak tangan yang sadar. Bersama Wa Asep dan Wa Eli dari Pamolahan Sangkuriang, aku bela…

AES93 Menulis Surat dari Hati
"This isn't contest from the head but gift from the heart." (Don't Sweat the Small Stuff: 58) Di era digital ini, di mana pesan instan dan email mendominasi komunikasi kita, ada sesuatu yang sangat pribadi dan berharga tentang menulis surat tangan. "Once a Week, Write a Heartfelt Letter" bukan hany…

AES74 6 Pelajaran Hidup dari Biji Kopi – Mengenal Jon Gordon dan Damon West
Apakah kamu pecinta kopi, penikmat kopi, atau ahli dalam dunia per-kopi-an? Jenis kopi apa yang kamu suka? Sebagai penikmat kopi, saya hanya tahu mana kopi yang kurang enak, enak, dan enak banget. Paling juga tanya-tanya sedikit dari orang lain yang lebih paham tentang jenis biji kopinya, dan senan…
