AtomicEssay

AES461 Kehilangan

Andy Sutiosopenulis arsip2

Tulisan ini nyambung dengan tulisan @joefelus di awal 2023 ini, karena beruntun, saya juga menerima berita duka dari orang-orang yang saya kenal. Tulisan Joe itu judulnya An Unfortunate Fate bercerita dengan kepergian salah satu kenalan atau relasi Joe. Siapa, saya tidak tahu persis, tapi dari tulisan Joe, saya yakin sosok itu cukup dekat dengan Joe. 

Baru saja kemarin saya kehilangan teman dekat saya. Teman yang saya kenal sejak dari sewaktu kuliah, dan kemudian sempat jadi teman usaha - saat sekitar tahun 90-an saya dan beberapa teman mencoba membuat usaha konsultan dan pelaksana (kontraktor) desain arsitektur dan interior. Usaha bersama yang akhirnya harus bubar (tutup) karena Krisis Moneter di sekitar tahun 98 yang lalu. Karena kuliah bareng, sering kerja bareng, akhirnya kami sering begadang bareng mengerjakan proyek-proyek kami dan juga sering maen bareng... 

Teman saya ini, namanya Herry, meninggalkan dua orang putri yang saat ini masih kuliah. Yang menjadi sangat menyedihkan adalah bahwa ibu mereka, bulan Juli lalu juga meninggal dunia karena sakit. Jadi putra-putri mereka (Caca dan Amara), sudah kehilangan kedua orangtua mereka. Saya masih ingat waktu-waktu di mana saya berdiskusi dengan Herry dan menengok istrinya saat sedang dirawat di Rumah Sakit. Sekarang Herry telah pergi. Seorang seniman (pelukis yang sangat keren), dia belajar otodidak. Di bawah ini lukisan diri dia yang dia buat. 

Tulisan Joe sangat berresonansi dengan suasana hati saya saat ini. Mau tidak mau kita jadi bertanya atau mempertanyakan makna hidup, kenapa orang-orang yang baik, yang kita kenal dekat, yang kita sayangi, harus pergi mendahululi kita. Kemaren sore saat kabar duka saya terima, saya terus merenung, pikiran saya seperti kosong, hati saya pedih, perasaan saya tidak menentu. Mungkin istilah duka cita memang pas ya, di satu sisi kita berduka, tapi juga merasa lega, karena sobat saya ini sudah lepas dari jasad dan sakit yang dideritanya. Kenapa? Saya tidak pernah paham. Seperti yang saya tuliskan dalam komen di dalam postingnya Joe, kadang kita harus berpuas diri dengan jawaban bahwa hidup ini adalah misteri. Jalan hidup kita ada memang sepenuhnya di dalam keputusan Sang Pencipta. Di sisi lain, kalau kita refleksikan, kita perlu menyadari betul kalau waktu hidup kita terbatas, kita perlu memastikan bahwa setiap momen kehidupan kita bermakna. RIP bro Herry, selamat berpulang ke alam keabadian.

Photo by MART PRODUCTION: https://www.pexels.com/photo/a-frightened-man-sitting-alone-on-a-chair-8458816/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES954 Tentang Upacara Bendera

"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES953 Ngertakeun Bumi Lamba

Beberapa waktu lalu, seorang rekan tukar pikiran terkait forum NgoBrAS, @gunawan-muhtar membagikan info tentang kegiatan upacara adat yang akan diselenggarakan. Dari judul kegiatannya saja, upacara adat adalah sesuatu yang sudah sangat langka di jaman sekarang ini. Diselenggarakan di Gunung Tangkub…

Andy Sutioso00