AES482 Aroma Harina

Dahulu kala, ketika masih tugas bolak-balik Bandung Semarang dengan Kereta Harina. Selesai pertemuan dan penuntasan tugas di Semarang, saya memutuskan pulang ke Bandung. Biasanya, saya akan menginap semalam lagi untuk jalan-jalan dan ngemil di angkringan malam-malam. Hanya karena hari itu sangat ramai festival menyambut awal puasa di Jalan Pemuda, saya memutuskan pulang saja.
Tiket kereta masih bisa go show dua jam sebelumnya, dan dapat gerbong eksekutif bagian tengah dengan posisi kursi dekat lorong yang tidak menempel jendela. Niat hati untuk tidur saja sepanjang perjalanan, rencananya adalah jajan mie instan dalam kemasan terlebih dahulu, kemudian menunggu dibagikan selimut, lalu tidur sampai Stasiun Bandung.
Sampai pada bagian mendapatkan selimut sudah sesuai rencana, tetapi begitu memejamkan mata semuanya buyar. Ada aroma seperti kebocoran gas elpiji rumahan yang tajam. Bahkan sampai saya menutup muka dengan selimut pun, malah semakin kental. Karena aroma itu masuk selimut dan tidak keluar. Akhirnya saya terbangun dan melihat sekeliling, hampir semua orang tertidur.
Atau pura-pura tidur. Karena aroma ini jelas bukan aroma elpiji walaupun seperti elpiji, ini aroma kentut pada level tertinggi. Ah sudah lah, aroma ini akan berlalu, saya pikir. Ternyata tidak! Aroma ini terus berlangsung dan selalu terbarui sepanjang perjalanan sampai stasiun terakhir di kota bandung. Bahkan saat saya sempat tertidur pun, aromanya masuk ke dalam mimpi.
Saya tidak tahu siapa saja yang menghirup aroma ini, yang jelas hanya saya sendiri yang gelisah bolak-balik melihat ke sana-sini. Apakah orang yang duduk di sebelah saya yang konsisten kentut sepanjang perjalanan, atau dari kursi lain dan aromanya tersapu embusan AC super dingin kereta eksekutif Harina, entah. Saya terlalu malas untuk memastikan. Maka saya terima saja delapan jam perjalanan itu dengan aroma harina yang autentik tanpa menjadi traumatik.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 012 KENAPA KITA DITAKUTI DENGAN SIMBOL
Pocong bersenjata tajam mulai menakuti kita. Dia muncul di depan pintu, mengetuk. Seolah menakuti walau malah memberikan aroma bau busuk yang terlacak. Polanya punya jejak panjang dengan teror-teror sebelumnya seperti Kolor Ijo, Dukun Santet, dan sebagainya. Kolor Ijo muncul pada era saat ekonomi o…
Perjalanan
"Andaikan pintu kemana saja benar-benar ada," pikirku di kala itu. Aku sangat ingin jalan-jalan ke berbagai tempat di penjuru dunia, Indonesia khususnya. Namun jika aku melakukan perjalanan ke suatu tempat, pasti yang kupikirkan adalah bagaimana cara agar aku menghabiskan waktu tanpa merasa bosan.…
AES 02 Kembali ke Akar
Tanggal 1 November 2025, Semipalar mengadakan kegiatan POT bertema Kembali ke Akar. Acara yang sangat luar biasa melihat antusias para orang tua berkumpul dengan kepedulian terhadap pendidikan anak-anaknya.Pemaknaan akan "Akar" dari setiap orang akan berbeda-beda. Tapi yang paling berkesan bagi say…
windu1711


