Perjalanan
"Andaikan pintu kemana saja benar-benar ada," pikirku di kala itu. Aku sangat ingin jalan-jalan ke berbagai tempat di penjuru dunia, Indonesia khususnya. Namun jika aku melakukan perjalanan ke suatu tempat, pasti yang kupikirkan adalah bagaimana cara agar aku menghabiskan waktu tanpa merasa bosan.
Pada suatu hari aku merencanakan perjalanan dari Bandung menuju Bekasi. Kebetulan aku mendapat waktu yang cukup luang dari hari Jumat hingga Senin. “Sesekali pulang menggunakan motor sepertinya menarik,” kataku dalam hati. Aku pun mempersiapkan rute perjalanan dan waktu keberangkatan.
Hingga tiba pada hari yang ditunggu, aku melakukan perjalanan pada pukul 06.00 pagi dari Bandung, udara saat itu masih sejuk dan segar. Di tengah perjalanan terdapat sedikit kendala, kabel gas tiba-tiba putus. Apakah aku merasa cemas? Tentu tidak, aku sudah mempertimbangkan jika terjadi kendala di perjalanan. Dengan dibantu warga sekitar, aku ditemani menuju bengkel terdekat. Usai motor diperbaiki, perjalanan dilanjutkan dengan santai tanpa terburu-buru.
Hal menarik yang kutemui selama perjalanan mulai dari pemandangan alam seperti gunung dan sungai, hingga melewati pedesaan yang terdapat sawah luas, hewan ternak domba, serta sapi yang berada di tengah jalan. Rute yang kulalui tidak sesuai rencana. Aku melewati pedesaan yang secara lokasi tidak jauh dari kota, namun infrastruktur di sana dapat dibilang kurang memadai, seperti tidak adanya sinyal telepon seluler atau kondisi bangunan sekolah yang kurang memadai. Aku berpikir, “Bagaimana cara mereka dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi infrastruktur kurang memadai?”
Aku pun menikmati perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya tiba di tempat tujuan, aku menyadari bahwa terkadang diriku terlalu fokus terhadap tujuan sehingga lupa menikmati proses dan perjalanan yang sedang dilalui.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 001: Pertemuan dengan Dunia Baca yang Keras
Aku yang pada saat itu masih berumur delapan tahun menemukan Koran Pos Kota yang tergeletak di meja depan tv. Bapak yang membawanya untuk melihat apakah iklan jual mobilnya sudah tayang di ruang iklan atau belum. Saya langsung mengambil koran tersebut dan melahap segala isinya. Bagian yang menarik…
AES01 Seteguk Kunyit Asem
Tegukan pertama Kunyit Asem dalam hidupku terjadi di usia 4 tahun. Saat itu, Simbok, tukang jamu langganan Ibu selalu lewat setiap hari Rabu. Mungkin Ibu ingin memberikan kesan pertama tentang jamu sebagai sesuatu yang menyenangkan, makanya Kunyit Asem yang manis dan segar menjadi pilihan Beliau di…
windu1731
AES001 Aku Belajar dari Komedi: 10 O'Clock Rule
Seri Aku Belajar dari Komedi ini adalah kumpulan hal-hal dari seni komedi yang bisa saya terapkan di kehidupan sehari-hari yang serius ini. Isinya berbagai filosofi, metode, atau kebiasaan yang dilakukan oleh komedian, yang kalau diterapkan di luar panggung, ternyata punya dampak besar buat hidup k…

