AES487 Kehilangan Bahagia

Tulisan kali ini adalah catatan tentang pengalaman saya di Gelar Griya. Mengenai Gelar Griya, sempat saya tuliskan dalam esai saya yang lain, tautannya ada di sini. Judul di atas saya ambil dari banyak pengalaman saya mendengarkan kisah tentang anak-anak yang kehilangan kebahagiaannya di sekolah lain. Bukan tujuan saya membicarakan atau merendahkan sekolah-sekolah lain, tapi ini perlu jadi bahan refleksi kita bersama. Jujur hal ini sangat memprihatinkan buat saya karena ini juga yang jadi pengalaman pribadi dan jadi motivasi besar berdirinya Semi Palar. Segera ingatan saya terpantik ke waktu-waktu anak sulung saya, Inka, mogok sekolah di dua jenjang yang berbeda di dua sekolah yang berbeda pula. Yang menyedihkan pula, hal ini terjadi sebelum dia menginjak jenjang SD. Dan ya, ini sudah saya alami di sekitar 20-an tahun yang lalu. Masalah pendidikan memang sudah ada sejak lama. Mundur lebih jauh lagi, adik saya almarhum, Alwin juga harus pindah sekolah di jenjang SMP karena kesulitan mengikuti pelajaran di sekolahnya.
Nah jadinya kita perlu kembali ke pertanyaan, apa tujuan mendasar pendidikan? Bukankah tujuan pendidikan adalah menumbuh kembangkan anak-anak manusia ini menjadi manusia seutuhnya, sesuai apa yang dititipkan Sang Pencipta ke dalam kedirian anak-anak kita. Bukankah tujuan pendidikan adalah untuk membantu anak-anak kita ini bisa belajar dan merayakan kehidupannya - sehingga nanti dia bisa hidup dan menjalankan tujuan hidupnya dengan segala antusiasmenya.
Di sisi lain, saya melihat dan bertemu sendiri anak-anak yang kehilangan kebahagiaannya. Ironisnya hal-hal ini terjadi di sekolah. Saat membawakan Gelar Griya minggu lalu, saya menjumpai orangtua yang anak-anaknya duduk di jenjang TK, SD dan SMP, semua membawakan cerita yang kurang lebih sama, anak-anaknya tidak bahagia di sekolah. Seorang ibu dan putrinya duduk di barisan terdepan. Hati saya teriris melihat anak perempuan yang duduk dengan sikap tubuh merunduk, wajah yang kuyu, tidak percaya diri dan terus terkantuk-kantuk sepanjang saya membawakan penjelasan tentang Semi Palar. Ibunya bilang, dia tidak pernah mau sarapan - entah kenapa... Kesimpulan saya satu, anak ini sudah kehilangan makna kehidupan - yang ada di dalam pemahaman dan pengalaman dirinya adalah bahwa kehidupannya (mungkin terutama di sekolah) adalah sesuatu yang sangat membosankan dan tidak bermakna buat dirinya... Sampai saat saya menanyakan nama, anak itu tidak percaya diri untuk menyebutkan namanya... Buat saya ini sangat-sangat menyedihkan....
Bagaimana mungkin anak-anak muda ini menatap masa depan dan kehidupannya dengan semangat dan antusiasme kalau proses belajar dan prosesnya bertumbuh kembang yang dialaminya penuh tekanan dan diwarnai keputus-asaan. Tidak heran kalau banyak anak muda yang berpikiran bahwa "My life is not worth living!". Duh, ini sebuah tragedi kehidupan, tragedi kemanusiaan. Dan ini banyak muncul di sekolah-sekolah kita. Semoga kita semua semakin menyadarinya.
Sebagai penutup, saya ingin merujuk ke kata-kata John Dewey di atas, bahwa pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Masalahnya kita seringkali terjebak untuk mengurus soal pendidikannya dan melupakan soal manusia dan kehidupannya. Padahal semestinya pendidikan adalah perangkat, alat untuk membantu manusia mencapai pendidikan yang sepenuhnya dengan menjadi manusia yang seutuhnya. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES522 Yang Paling Holistik (di Smipa)
Setelah sekian lama berproses, kalau ditanya tentang jenjang mana di Semi Palar yang pembelajarannya paling holistik? Saya akan jawab KPB. Juga jenjang KB dan TK. Kenapa begitu? Sederhananya karena di jenjang-jenjang tersebut, intervensi dari sistem kependidikan di luar Smipa terasa paling minimal.…

AES951 Siap Bersekolah
Pagi ini di ruang tempat kami berdiskusi - berkoordinasi, terdegar suara tangisan seorang anak. Hari Selasa ini kami baru memasuki hari ke lima bersekolah, di TP ke 22 ini. Mengamati sebentar, sepertinya ini terjadi karena kenyamanan teman baru ini di rumah barunya. Murid di TK-A yang masih perlu w…

AES832 Foto Favorit Guru dan Murid
Sore kemarin kak @innocentiaine mengirim WA menanyakan kalau saya punya foto yang pas untuk dijadikan ilustrasi dari proses pembekalan kakak-kakak baru sore hari ini. Saya cari-cari dan entah kenapa ingatan saya selalu kembali ke foto di atas ini. Foto ini kemudian saya kirimkan ke kak Ine dengan c…
