AES49 Belajar Menjadi Manusia yang Lebih Santai

Energi itu memang menular ya! Beruntung energinya positif!
Sudah seminggu lebih tidak menulis (di Ririungan) karena sedang melemaskan otot tangan untuk jurnaling dan latihan lagi menulis halus (^.^). Setelah semalam dibagikan link sebuah tulisan oleh Kak Andy, ada sebuah kerinduan untuk menulis dan membaca tulisan rekan-rekan lain di Ririungan ini. Dan, digenapi dengan pertemuan sore tadi di Ngopi Sore. Di masa-masa saya sedang menyusur kedalam diri, refleksi, pasti Tuhan selalu mengantar saya untuk tidak sendiri. Selalu... saya pasti dihantarkan untuk bertemu orang, mendengarkan orang lain bercerita, walaupun secara virtual.
Ya, memang... Akhir-akhir ini saya sedang mempertanyakan sesuatu pada diri. Ketika sendiri, yang ada hanya rasa menyesal, kecewa, menyalahkan diri sendiri. Tapi, Tuhan selalu ingin saya bertemu orang lain, dan dari mereka energi positif itu datang.
Kata kunci dan mantra saya dapatkan sore tadi dari Kak Tema, "Lebih santai".
Menjadi manusia yang lebih santai... Bukan berarti boleh lalai... Justru lebih mampu mentolerir segala kemungkinan perubahan atau kondisi yang tidak sesuai harapan.
Menjadi manusia yang lebih santai... Bukan berarti tanpa beban... Justru lebih mampu mengalihkan pikiran dan energi ke arah yang lebih positif...
Menjadi manusia yang lebih santai... Bukan berarti buang waktu... Justru lebih bisa menghargai 'momen' waktu saat ini...
Menjadi manusia yang lebih santai... Bukan berarti menjadi tidak peduli... Justru lebih bisa mengatur diri untuk bermanfaat bagi orang sekitar...
Daripada dipikirin... Mending dibawa santai...
"Menjadi manusia yang lebih santai" adalah mantra...
Terima kasih Kak Andy, Kak Tema, Kak Putri, untuk sekitar 20 menit yang berharga sore tadi...
Komentar (1)
Waah dengan senang hati kak Fifin... tidak pernah menduga ya apa yang kita bisa berikan atau orang lain terima saat sedang terkoneksi satu sama lain...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Memasak Pelan-Pelan: Dapur Tradisional, Ritme Hidup, dan Pendidikan Rasa
Aku berdiri di depan hawu, memperhatikan api kayu yang perlahan menyala.Tidak ada suara klik tombol, tidak ada layar digital, tidak ada notifikasi yang mendesak.Hanya bunyi kayu terbakar, aroma daun pisang, dan gerak tangan yang sadar. Bersama Wa Asep dan Wa Eli dari Pamolahan Sangkuriang, aku bela…

AES93 Menulis Surat dari Hati
"This isn't contest from the head but gift from the heart." (Don't Sweat the Small Stuff: 58) Di era digital ini, di mana pesan instan dan email mendominasi komunikasi kita, ada sesuatu yang sangat pribadi dan berharga tentang menulis surat tangan. "Once a Week, Write a Heartfelt Letter" bukan hany…

AES74 6 Pelajaran Hidup dari Biji Kopi – Mengenal Jon Gordon dan Damon West
Apakah kamu pecinta kopi, penikmat kopi, atau ahli dalam dunia per-kopi-an? Jenis kopi apa yang kamu suka? Sebagai penikmat kopi, saya hanya tahu mana kopi yang kurang enak, enak, dan enak banget. Paling juga tanya-tanya sedikit dari orang lain yang lebih paham tentang jenis biji kopinya, dan senan…

