AES506 Merangkai Makna Kehidupan

Kalau ada yang memperhatikan, kata-kata yang saya tuliskan di profil WA saya berbunyi "Everything Happens for a Reason". Sebuah credo yang saya yakini sudah lama, sejak saya mulai membaca buku buku yang genrenya Spiritualitas seperti karya²nya James Redfield, Paulo Coelho, Dan Millman (Peacefull Warrior) dan lainnya.

Kata-kata ini bersandingan erat dengan kata-kata "There are No Coincidences". Tidak ada peristiwa kebetulan. Kurang lebih kedua kalimat itu maknanya sama. Kalau segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan, tentunya tidak ada peristiwa kebetulan. Kenapa kalimat ini sangat spiritual, karena ini sangat terkait dengan keimanan kita bahwa Sang Pencipta punya rencana terhadap setiap langkah perjalanan kehidupan kita.
Nah bagaimana kita memahami kedua kalimat di atas tadi ini jadinya nyambung dengan judul tulisan ini. Pertama-tama, kalau Tuhan sudah memetakan rencana kehidupan kita, tentunya segalanya baik adanya. Kitalah manusia yang seringkali melabeli berbagai hal dengan baik atau buruk. Kalau setiap langkah perjalanan kita adalah upaya kita mencapai tujuan hidup, tentunya tidak ada langkah yang baik atau buruk pula. Setiap langkah jadi bagian penting dari proses kita menuju ke tujuan hidup kita masing-masing.
Kemudian, dalam konteks ini tujuan juga jadi sangat penting. Kalo kita ga tau tujuan hidup kita, lalu langkah kehidupan kita akan kita arahkan ke mana? Menemukan tujuan hidup juga menjadi esensial di sini.
Makna kehidupan, pada akhirnya adalah bagaimana kita merangkai kepingan dari berbagai peristiwa dan pengalaman hidup yang boleh kita alami. Kembali ke analogi kepingan puzzle, satu atau dua keping puzzle mungkin tidak bermakna apa-apa, tapi semakin banyak kepingan kita dapatkan dan bisa rangkaikan, dari situlah makna kehidupan bisa kita baca dan pahami.
Sebagaimana pentingnya hal ini? Ya tentunya sangat penting ya - karena kalau hidup kita tidak dimaknai, perjalanan kehidupan kita juga jadi tidak bermakna. Bukankah jadinya kita menyia-nyiakan anugerah kehidupan yang diberikan Sang Pencipta kepada kita masing-masing? Salam.
Photo by Ayswarya Aish: https://www.pexels.com/photo/colour-love-mixed-painting-1891445/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES942 Holistic Science
Pertama kali mendengar kata holistik (holistic) disandingkan dengan kata lain di belakangnya, seingat saya di sekitar tahun 2005-an. Saat awal kami merintis Rumah Belajar Semi Palar - waktu itu masih mengontrak satu rumah di Jalan Terusan Karang TIneung, karena lokasi saat itu Semi Palar masih beru…

AES935 Dialog Batin : Akar Perwujudan Kehidupan Manusia
John Dewey bilang, Pendidikan adalah Kehidupan itu Sendiri. Dalam konteks itulah, kita perlu berupaya memahami apa yang disebut dengan manusia seutuhnya dalam konteks kehidupannya yang sejati, tentunya dalam pemaknaannya yang paling fundamental. Manusia sejatinya adalah makhluk spiritual. Hal ini t…

AES921 Damai
Sebelumnya saya menulis tentang Perang, kali ini saya ingin menulis tentang Damai. Di tulisan saya terdahulu saya menyebut tentang Perang Kesadaran. Mungkin pilihan kata Perang bisa berkonotasi negatif. Tapi dari perspektif tertentu memang itulah yang terjadi, dua pihak yang sedang saling berebut a…
