AES52 Bermain Bola

Tiga orang anak tiba-tiba datang dengan sebuah bola di salah satu tangannya. Melihat lapangan kosong mereka langsung merealisasikan rencana mereka, bermain bola di lapang itu. Anak-anak itu tidak merasa takut bermain di tempat yang bukan tempat mereka, mereka juga tidak malu bila banyak mata melihat mereka bermain. Dunia mereka hanya permainan bola itu, tidak ada hal lain.
Terkadang sebagai orang dewasa, kita terlalu memikirkan banyak hal yang membuat rencana-rencana kita tidak terealisasi. Saat kecil aku ingin cepat beranjak dewasa, kini saat dewasa rasanya lebih mudah hidupku saat kecil, tidak perlu memikirkan uang, tidak perlu memikirkan besok makan apa atau memikirkan hal-hal rumit tentang dunia dan dihadapkan dengan pilihan-pilihan sulit yang akan menentukan kehidupan.
Seperti anak kecil tadi, yang mungkin dia pikirkan adalah dimana hari ini aku akan bermain bola dan teman mana yang akan aku ajak.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…
