AES54 Menelisik Jiwa Kompetitif KM

Sudah berjalan dua minggu perjalanan kami di KPB. Menulis memang belum menjadi rutinku, hanya aku tahu bahwa itu adalah hal baik, jadi aku ingin mencoba untuk merutinkan menulis kembali. Biasanya aku menulis selepas koordinasi dengan kakak KPB.
suatu hari tiba tiba seorang kakak berinisial KM merasa tertanggu dengan suara ketikan keyboard-ku, saat kubilang sedang menulis AES sepertinya dia menjadi lebih tertanggu. Hari itu dia berencana tidak menulis AES, tapi sepertinya jiwa kompetitifnya terpantik oleh suara keyboard-ku. Dengan banyak pertimbangan akhirnya dia memutuskan menulis di menit-menit terakhir.
Entah apa yang ia tulis, tapi prosesnya mengupload ke ririungan sangat lama sampai didahului oleh kakak berinisial KT. Disana jiwa kompetitifnya semakin menggebu-gebu. Akhirnya dia bisa menyelesaikan tulisannya dan di upload ke ririungan. Dan di balik itu ternyata kakak berinisial KL menyempatkan menulis dan mengupload sebelum pulang. Dasar memang bapak-bapak berjiwa kompetitif.
hari ini karena beberapa hal kakak berinisial KM ini bekerja secara daring, tulisan ini bermaksud untuk menelisik sebesar apa jiwa kompetitif KM. Bila setelah ini ada tulisannya muncul di ririungan, berarti terbukti bahwa jiwa kompetitifnya tinggi. Bila tidak ada, tidak apa-apa KM fokus istirahat saja jangan tertanggu oleh kami.
Komentar (1)
Ahaha. Keren banget ini.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…

