AES55 Mie Dingin

Biasanya mie disajikan dalam keadaan panas, namun yang satu ini tidak. Bibim guksu adalah salah satu mie yang disajikan dalam keadaan dingin. Bibim guksu ini adalah mie dingin asal Korea. Ini bukanlah satu-satunya hidangan mie yang disajikan dalam keadaan dingin. Akhirnya aku pun tertarik untuk memasaknya karena tampak enak dan penasaran dengan mie yang disajikan dingin..
Cara membuatnya sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak bahan, jadi aku pun sudah berkali-kali membuat bibim guksu. Mienya sendiri biasanya menggunakan somen, namun kali ini aku mencoba untuk menggunakan soba. Untuk bumbunya hanya perlu gochujang, kimchi, gula, kecap asin (soy sauce), cuka beras (rice vinegar), bawang putih, wijen, dan minyak wijen. Wijennya ini kalau bisa wijen yang sudah dipanggang.
Kita bisa memasak mie dan membuat bumbunya bersamaan. Sambil menunggu mie direbus, kita membuat bumbunya. Pertama, kita perlu mencincang bawang putih sehalus mungkin. Lalu campurkan kimchi yang telah dipotong menjadi kecil. Setelah itu masukkan sisa bahan bumbu lainnya. Untuk wijen kalau bisa sedikit dihancurkan, agar rasa dan aromanya lebih muncul. Setelah bumbunya selesai dicampur, kita berpindah ke mie yang telah direbus. Ketika mie sudah matang, kita “cuci” atau bilas di air dingin. Jadi membilasnya di air dingin bertujuan untuk membilas semua “starch” yang ada pada mie. Membilasnya dengan air dingin juga bisa membuat mie jadi lebih kenyal. Setelah dibilas dan ditiriskan, campurkan mie dan bumbu yang tadi telah disiapkan.
Bibim guksu pun siap untuk disantap. Mie ini cocok untuk disantap bersama dengan telur rebus. Ada juga yang menyajikannya dengan timun dan wortel yang dipotong seperti bentuk korek api, atau dengan acar lobak kuning Korea yang disebut danmuji. Rasa dari mie ini adalah manis dan asam, juga diiringi dengan rasa pedas. Mie ini pun memang lebih enak untuk disajikan dalam keadaan dingin karena rasa bumbunya yang segar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES81 Bertemunya Kedua Sungai
Kamis itu menjadi pertemuan antara Sungai Asahan (Aek Toba) dan Sungai Oya. Ini bukan beneran tentang sungai yaa, tapi kelompok Asahan (K12) dengan kelompok Oya (K6). Ini bukan pertama kali kelompok kami bertemu kelompok mereka. Apalagi aku, karena kebetulan adikku yang ada di kelas Oya dan sejak k…

AES80 Api Sepi Nyepi
Penjelajahan kami kelompok Banua Tada di Bali sudah berlangsung 1 bulan lamanya. Penjelajahan ini dibagi menjadi beberapa lokasi, yaitu 3 minggu di Bitera Gianyar, 1 minggu di Ubud, dan 1 minggu di Muntigunung. Salah satu kegiatan yang kami nantikan dalam kegiatan di Bitera adalah Hari Raya Nyepi.…

AES79 Susungaian
Susungaian, kata yang biasa aku gunakan untuk menyebut kegiatan ini. Sejak sekitar 3 bulan yang lalu aku mengikuti satu komunitas yang bernama River Cleanup. Ya sesuai dengan namanya, kegiatan utamanya adalah bersih bersih sungai. Tidak hanya bersih bersih sungai saja, tapi di dalamnya juga memberi…
