AES56 Logistik dan Logika mungkin sebuah Puisi

Sejak engkau hadir, gundah tak lagi singgah
Aromamu yang sesekali melayang, tertangkap hidung tertelan senang
Tak perlu menuntut apapun, sebab tersedia apa yang aku perlu
Seperti pedati, langkah kakiku menuntun raga ini ke arahmu
Meski harus menunggu, penantianku tak pernah lahirkan ragu
Sapa dan senyum memercik teracik bagaikan bumbu
Canda dan temu teraduk lekat suarkan hangat
Rasa yang terhidang meramu syukur pada tiap suap
Hari berganti dan menu tak selalu sama
Dua hari tanpamu perutku hampa
Oh, Wosika! Ke mana laparku berlabuh saat kau tak ada?
Arah langkahku gontai mencari sesuap kepastian
Hingga saat engkau kembali, salatri takkan lagi menghinggapi.
Terima kasih Wosika
Komentar (4)
Wow cakep nih... muncul juga narasi tentang Wosika. Perlu diprint dan ditempel kak di Wosika...
Wosika adalah kita, kak. hehehe
Tulisannya asik sekali, kak Mamat. Ternyata wosika adalah pemadam kelaparan ya, kak
Nah, itu dia Bu. Tanpa wosika, bisa-bisa dilalap kobaran rasa lapar. hehe
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 102 Berbagi Jalan
MengALAMI kembali pengALAMAN intens bersepeda di jalanan Bandung sebulan ini, gagasan utopisku tetiba muncul. Bahwa mungkin dengan naiknya tren bersepeda serta konsistennya kami, BaikSirkel dalam mengisi ruas-ruas jalanan kota dengan sepeda, akan TURUT MEMELANKAN RITME KOTA YANG RASANYA SEMAKIN TER…

AES 101 Kembali ke Akar?
Frasa "Kembali ke Akar" akan selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diuji dan dicerna di lambung pikir dan rasa. Pada sebuah hari yang santai, karena memang begitu hari-hariku kini, tetiba panggilan suara berkunjung ke gawaiku atas nama Bayu Mango. Dari balik telepon itu tertangkap sehelai pe…

AES 100 Sampai
Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…
