AtomicEssay

AES561 Air Bumi dan Kendi

Andy Sutiosopenulis arsip2

Salah satu tantangan yang diberikan kepada kelompok peserta Selametan adalah membawa air yang diambil dari bumi (air tanah) bisa dari sumur gali atau sumur bor. Kenapa air dari bumi? Karena air dari bumi adalah air yang masih jadi bagian dari siklus alamiah air. Air yang jatuh ke bumi dari air hujan setelah melalui proses penguapan, diserap oleh tanah dan masuk ke pori-pori bumi. Dalam prosesnya air disaring dan dijernihkan melalui lapisan tanah dan batuan secara alamiah. Air inilah yang kemudian kita tangkap lewat sumur-sumur kita. Air dari bumi. Air yang belum terkontaminasi zat kimia atau melalui proses industri, yang dalam prosesnya sudah melalui mesin-mesin penyaring, pompa penekan dan pipa-pipa saluran untuk kemudian ditampung dan dijual dalam botol-botol plastik. Kita manusia modern sekarang minum air yang sudah jadi komoditi. Padahal air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk. Orang-orang tua kita dulu memandang air dan sumber air sebagai sesuatu yang sakral. 

Salah satu rekan orangtua menyampaikan kepada saya, "Kak Andy, tantangan air bumi itu menarik banget, ternyata sekarang ini sudah tidak lagi mudah menemukan air dari bumi." Dari tantangan ini, kita perlu menyadari bahwa kemajuan peradaban lewat hadirnya teknologi malah menjadi kendala bagi kita untuk dekat dan tetap terkoneksi dengan alam. Tidak heran juga karena jarak yang ada membuat kita lalai menaruh perhatian dan menyayangi alam sekitar - yang dengan sukarelanya memberikan kepada kita berbagai hal yang memungkinkan kita mendapatkan karunia hidup dan menjalani segala dinamika kehidupan kita. 

Saat muncul gagasan untuk menjalankan upacara sederhana menggunakan kendi dan air dari bumi dari tim perancang acara, saya segera merasa ini ide yang luar biasa. Yerima kasih kakak-kakak.  Saya spontan teringat masa kecil saya saat ibu saya masih menyediakan air minum sehari-hari di rumah dari sebuah kendi tanah liat (gerabah). Saya jadi ingat betapa minum air kendi itu dingin dan sangat menyegarkan. Saya diberitahu, pori-posi dinding gerabah memungkinkan oksigen untuk masuk dan menjadikan air kendi kaya akan oksigen. Itu pengalaman saya masa kecil dulu - jauh sebelum hadirnya botol-botol air mineral, galonan dan dispenser.  

Saya sempat berpikir bahwa dispenser dan galonan adalah pertanda kemajuan jaman - ternyata setelah memahami lebih jauh - kemajuan teknologi ini ternyata menjauhkan kita dari siklus alam... padahal sejatinya, manusia adalah bagian dari alam. Sejak gagasan air bumi dan kendi itu muncul dan berhasil diwujudkan dalam seremoni Slametan, kami kemudian ingin membawa kembali pengalaman minum air kendi kepada anak-anak di Semi Palar. 

Simbolisasi anak yang membawa wadah dan orangtua mengisikan air bumi ke dalam kendi melambangkan bagaimana kita semua datang dari berbagai penjuru Bandung dan bersatu di Bumi Semi Palar. Kita berkumpul untuk belajar bersama dan merayakan kehidupan. Semoga kita semua bisa mendapatkan makna dan semangat dari upacara yang kita alami bersama di Selametan yang lalu. Salam.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES0011 Di Bawah Terik Matahari

(Foto: Keningku Pasca Selametan dan Sempat Papanasan dengan Peci makanya Tapakan Kotak) Puji syukur ialah ucapan syukur Yang barangkali tepat Untuk episode hidup Di mana diriku bisa mengalami ini Selametan ini Selametan Semi Palar Selametan yang berbeda Tapi bukan Bukan beda esensinya Esensinya mun…

Naufal90
AtomicEssay

AES63 Selametan

Merangkai cerita, menjahit harapan, melepaskan doa-doa baik. Acara Selametan pekan lalu sangat istimewa bagi saya. Ada rasa teduh yang menghangatkan dan mengantarkan kami masuk untuk mengalami rangkaian kisah panjang bersama. Menjadi cerita istimewa betapa berharganya anak-anak berlari dengan bebas…

yantisuryanii792
AtomicEssay

AES 52 Narasi dari Hati

Gugusan kepulauan menarikan harmoni dan citaTanah subur menumbuhkan cinta dan karsaSungai-sungai mengalirkan lagu-lagu harapan bangsaHutan-hutan meneduhkan kehidupan yang ditumbuhi rasa syukur bersamaGunung nan megah menjaga asa dan juang yang perkasa Bangsa ini tidak dicipta dalam sehari, lantunan…

matheusaribowo30