AtomicEssay

AES59 Belajar dari Sebutir Kurma

wulan bubuypenulis arsip2

Sekitar dua bulan sebelum ramadhan ada orang baik yang mengirimkan susu kurma untuk kami, tetapi menurut anakku rasanya terlalu kental sehingga dia perlu menambahkan susu lagi agak lebih mudah untuk diminum. Sejak itu, aku mencari-cari gimana sih cara membuat susu kurma? Cukup mudah karena hanya tinggal menambahkan 10 butir kurma untuk satu liter susu, dan beri sedikit garam. Mungkin ada lagi resep lainnya, tapi ini lebih cocok untuk anakku yang sedari kecil memang tidak menyukai kacang-kacang, karena saat kurma itu dihaluskan tetap menyisakan ampas seperti kacang yang meninggalkan rasa tidak nyaman di tenggorokan.

Ngomong-ngomong soal kurma, aku baru tahu perbedaan antara kurma basah dan kurma kering. Sewaktu kecil kupikir hanya ada yang basah, jadi aku gak suka karena terasa lengket dan terlalu manis. Ternyata itu hanya karena selera orangtuaku saja. Pilihan terbatas yang akhirnya bikin aku penasaran akan jenis lainnya. Kupikir tergantung daerah tumbuhnya, tetapi nyatanya juga ada yang jual kurma muda.

Kurma basah mengandung lebih banyak glukosa dibanding fruktosa dan mengandung lebih banyak air. Aku jelas lebih menyukai kurma kering, kadar manisnya pun terasa lebih pas untukku. Meski kandungan airnya berbeda tetapi jumlah serat pada kurma basah maupun kering tetap sama, tidak berubah serta memiliki kandungan protein juga vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Pantas saja, memakan beberapa butir kurma saat berbuka bagiku cukup untuk menenangkan perut usai berpuasa kurang lebih tiga belas jam. Jadi aku bisa melaksanakan tarawih dulu baru makan malam setelahnya.

Selain itu, kurma juga memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Perbedaan lainnya, kurma kering mengandung 285 kalori, sedangkan kurma basah hanya mengandung 140 kalori. Tak heran, dengan lengkapnya kandungan dalam sebutir kurma, maka jumlah yang dianjurkan adalah tiga sampai tujuh butir kurma atau setara dengan 100 gram/hari. Dan karena kurma basah meski memiliki kandungan glukosa tinggi konon baik dimakan saat seseorang berbuka puasa untuk memberikan energi tambahan bagi tubuh.

Ohya, saat membuat susu kurma aku tidak memisahkan kulitnya agar tetap mendapatkan serat. Aku juga tidak menambahkan madu dan tanpa merendam kurma terlebih dahulu. Jadi bahannya hanya kurma, susu dan secuil garam. Kalau air rendaman kurma (Nabeez) atau jaman sekarang dikenal dengan infused water belum pernah kucoba. Aku baru mencoba air rendaman kismis, hanya saja tidak kuminum tapi kubuat roti. Namanya lain lagi yang kismis ini aku mengenalnya dengan istilah wild yeast. Ini pun tidak lama kusimpan karena langsung kucampur dengan tepung untuk kujadikan sourdough.

Foto pinjam dari sini  

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES99 Suaka Paling Nyaman

Empat bulan kurang lima hari sejak anakku boarding, akhirnya aku mulai menemukan pola rutinku sendiri setelah beberapa saat aku seperti orang yang lagi belajar juggling. Apa kata yang tepat ya? Riweuh? Iya, riweuh berujung rudet. Dan baru aku tersadar kalau ternyata selama ini rutinitas yang aku la…

wulan bubuy44
AtomicEssay

AES98 Melihat Sisi Positif

Tulisan ini berawal dari beberapa hari lalu aku dikirimin sebuah video yang bagiku terasa begitu menyayat hati, tentang seorang ayah yang menyuruh anaknya untuk membuang medali dan menyobek lembar sertifikat lomba yang diraihnya. Menurut sumber yang mengirimkan video, perlakuan itu karena sang anak…

wulan bubuy22
AtomicEssay

AES97 Gerbang Kisah

Dua pekan yang lalu, sebelum jadwal penjengukan, akhirnya aku dan anakku bisa berbincang lewat gelombang suara. Lucu juga rasanya, padahal kesempatan seperti ini relatif longgar, tapi tetap saja menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Di akhir pembicaraan, anakku bilang, ‘Bu, inget kan tulisan d…

wulan bubuy42