literasi diri

AES6 Ada Waktunya

fauzianastitipenulis arsip2

Jadi teringat beberapa hari yang lalu, Kakak-kakak dapat tugas untuk membawa buku favorit ke sekolah saat Jumatan. Waktu pertama mendengar tugas itu, sebetulnya bingung mau bawa buku apa karena buku-buku yang saya punya kebanyakan sudah ada di di dalam peti, yaitu buku-buku dari kecil. Buku-buku lain yang saya pernah baca dan suka sewaktu sudah lebih dewasa kebanyakan buku yang dipinjam dari taman bacaan. Alhasil malam Jumat saya coba buka-buka peti tempat buku-buku saya disimpan. 

Saat itu ada sebuah buku yang saya sendiri juga lupa pernah saya beli. Buku itu judulnya "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya." Buku ini yang kemudian saya bawa saat Jumatan dan saya bagikan ceritanya kepada Kakak-kakak lain.

Kalau tidak salah dulu saya membaca buku ini di masa-masa sehabis lulus kuliah. Masa yang buat saya saat itu tidak menyenangkan dijalani. Waktu itu saya belum paham yang namanya self healing, meditasi, belajar menerima diri dan kenyataan, dsb. Mungkin tahu, pernah dengar istilahnya, tapi belum paham itu seperti apa, bagaimana caranya, belum lagi masih terlalu banyak ekspektasi di kepala. Saya yang saat itu sedang labil-labilnya, jadi merasa terangkat sedikit bebannya saat membaca buku ini. Mungkin karena sang penulis, Ajahn Brahm, adalah seorang biksu. Cerita tentang kesehariannya sederhana tapi selalu ada pelajaran manis yang ia petik yang saya yang membaca jadi ikut belajar mensyukuri hal-hal kecil di sekitar saya. 

Fast forward 10 tahun kemudian, saya yang sekarang bertemu lagi dengan buku ini dan jadi membacanya lagi. Saat dibaca ulang, yang ada di benak saya adalah, "Aaaaaahhhh.. begitu maksudnya." Ada beberapa hal yang dulu saya baca yang belum saya pahami. Ketika bukunya ditutup dan saya menjalani hidup, tanpa sadar bertemu dengan orang atau hal yang membuat saya mempraktikkan hal yang sudah saya dapat dari buku tersebut. Saat bukunya dibaca lagi, sekarang bukan hanya kata-kata dari buku itu yang diresapi, tapi juga pembelajaran yang saya alami sendiri yang muncul di ingatan. 

Dulu waktu saya kuliah juga ada dosen yang bilang,"Mungkin kamu nggak akan paham apa yang kamu pelajari sekarang. Karya yang kamu buat juga belum tentu bisa kamu mengerti sekarang. Bisa jadi kamu baru bisa paham setelah kamu lulus." 

Iya sih betul juga. Semua ada waktunya. 

Komentar (2)

Andy Sutioso

Yes! Ajahn Brahm. Saya pernah baca buku si Cacing ini juga.

fauzianastiti

Iya Kaaaak. Penceritaannya ringan tapi pelajarannya berat

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 647 Buku dan Air Mata

Masih seputaran Feslit dan buku walau saya sebetulnya tidak pernah tahu apa yang terjadi di festival Literasi Smipa. Saya hanya bisa membayangkan dari cerita-cerita, blogs dan juga foto-foto dari teman-teman dan membayangkan seandainya saya bisa secara fisik ikut serta. Maklum saya pencinta buku da…

joefelus20
AtomicEssay

AES166 Kitab Cerita

Setelah mengobrol tentang beberapa penulis dan pencerita yang dapat menjadi nara sumber untuk festival literasi mendatang, ka Wit meminjamkan buku Kitab Cerita, Esai² Anak dan Pustaka, karya Setyaningsih. Wah punya bacaan untuk mengisi akhir pekan nih. Sudah cukup lama tidak membaca tentang pustaka…

innocentiaine50
AtomicEssay

AES#151 Membaca

Aku memiliki hobi membaca sejak kecil. Dulu mamaku selalu membelikan buku bacaan anak, yang tipis-tipis dan sebetulnya elbih dipenuhi gambar dibandingkan tulisan, untuk aku baca. Di sekolah, dulu belum ada jabawaskita, jadi belum ada waktu membaca bersama. Selain membaca mandiri, setiap mau tidur s…

Natasha Setyamukti00