AES#6 Serakah

Melanjutkan dari tulisanku kemarin, aku jadi memikirkan apa sih sebenarnya penyebab dari kerakusan manusia? Setiap hal yang terjadi, pasti ada akarnya dan ini adalah hasil pemikiranku dan beberapa riset yang aku lakukan.
Dilansir dari Psychology Today, dikatakan bahwa serakah atau rakus, sebetulnya bukan sifat dasar manusia. Kemungkinan manusia telah berevolusi dengan tingkat keserakahan sebagai mekanisme untuk bertahan hidup. Iya, bertahan hidup.
Pada masa lalu, mungkin sifat ini bisa diterima, karena keterbatasan sumber daya jadi manusia rakus dan berusaha mengambil sumber daya sebanyak-banyaknya untuk bertahan hidup. Belum lagi, saat ada masalah semua ricuh, dan hanya diselesaikan dengan kekerasan,. Maka dari itu, aku rasa ‘kerakusan’ ini masih bisa ditolerir di masa itu.
Namun entah apa yang terjadi, tapi sifat ini masih terbawa sampai sekarang, bahkan sudah dalam kondisi sumber daya alam yang cukup, teknologi yang memadai, masih saja ada banyak orang yang rakus dan selalu merasa kurang.
Setiap orang, pastinya memiliki standar masing-masing dalam hal kecukupan, tapi apakah rentang standar antar manusia harus sejauh itu? Sehingga saat yang satu merasa kurang yang satu lagi benar-benar belum mendapatkan apapun?
Hal ini tentunya berdampak cukup banyak pada aspek-aspek kehidupan, salah satunya ekonomi, dimana orang yang sudah kaya raya mungkin merasa masih kurang, sedangkan masih banyak orang diluar sana yang bahkan untuk makan pun sulit.
Jadi, sebetulnya apa sih ukuran kita untuk kata ‘cukup’?
Komentar (2)
Mantap, Tasha. Om bangga melihat Tasha yang sudah mulai memikirkan persoalan ini.
terimakasih om :)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES15 CUKUP
Tahun ke tahun selalu ada waktu yang membuatku lebih sibuk dari biasanya, adalah ketika kembali mengajar. Meski hanya dua hari dalam sepekan jatahku mengajar, kuakui hari itu layaknya hari suci bagiku. Tak ada hal yang bisa menggeser kecuali amat sangat mendesak. Namun, ada perbedaan besar yang kur…

AES#35 Diskriminasi Warga Papua
Papua, seringkali masih dianggap rendah oleh orang-orang, bahkan oleh warga negara Indonesianya sendiri. Teknologi yang masih belum bisa diakses oleh warga di Papua, sampai masih banyaknya kekerasan dan diskriminasi. Walaupun lokasi Papua berada di pinggir, bukan berarti kita bisa meninggalkan dan…
AES#32 Mental Health
Kesibukanku akhir-akhir ini setelah sekolah ada berorganisasi atau mengikuti webinar dan kelas-kelas online. Banyak kegiatan yang aku ambil yang membahas mengenai mental health. Entah kenapa aku merasa topik itu sangat menyenangkan untuk dibahas dan didalami, selain itu relate juga dengan keseharia…
