AES61 JARIK

Beberapa hari yang lalu saat bersambang ke Dieng, ditengah-tengah cuaca berangin dan sangat dingin. Kami berjalan berkeliling rumah warga, sambil memerhatikan rumah-rumah warga. Terlihat rumah beralas dan dinding kayu sudah tak banyak. Hanya beberapa rumah khas daerah yang masih berdiri tegak.
Kata seorang teman di sana, dulu ada kebiasaan orang-orang yang berkumpul di dapur. Tujuannya sederhana, untuk berbincang-bincang sambil menghangatkan badan di perapian. Namun sepanjang perjalanan kami, terlihat masing-masing rumah tertutup rapat, dan televisi menjadi teman di ruang tengah. Kemudian seorang teman yang lain bercerita, kebiasaan Bapak-bapak yang berkumpul sambil menggunakan sarung sambil mengobrol, dan Ibu-ibu yang melilitkan kain jarik pada tubuhnya. Tapi lagi-lagi pemandangan itu hanya terlihat sesekali, selebihnya terlihat Bapak-bapak dan Ibu-Ibu menggunakan jaket tebal berbahan dan celana panjang. Mungkin karena industri pakaian jadi yang berkembang cepat ke seluruh bagian daerah, celana dan jaket tebal dengan cepat pula menggantikan posisi kain jarik dan sarung.
Lantas beberapa hari ini saya tertarik menggunakan jarik sebagai penutup bagian bawah, rasanya pas untuk menemani cuaca Bandung yang cukup dingin dan berangin. Harapannya bisa ikut merasakan kembali hangatnya jarik. Ternyata, lebih dari itu. Menggunakan jarik punya rasa tersendiri bagi saya, selain rasa hangat, rasa aman dan nyaman juga terasa di dalamnya. Saya jadi ingat tangisan anak yang akan terhenti dalam kain jarik dan pelukan Ibu. Meski terlihat akan ada banyak gerakan yang terbatas saat menggunakan kain jarik, ternyata tak ada yang bisa membatasi gerakan kita, selain pikiran kita sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES60 Hutan
Setiap kali jalan-jalan ke hutan, saya senang sekali memerhatikan serat-serat tanaman, serat-serat kayu, ataupun pola-pola semesta lain yang super cantik. Masing-masing pola punya ciri tersendiri, seolah serupa tapi tak pernah ada yang sama. Hutan selalu menjadi tempat untuk saya belajar banyak, mu…

AES59 Festival Literasi
Saya suka dengan pertemuan-pertemuan. Rasanya selalu menyenangkan, ketidaktahuan kita mengantarkan hal tak terduga penuh kejutan. Festival literasi tahun ini, menjadi festival literasi pertama saya di sekolah. Menyenangkan bisa melihat binar mata setiap anak-anak yang masuk ke dalam dongeng, berger…

AES58 Senang dan Tenang
Senang dan Tenang Tak semua senang hadir menjadi tenang, dan tak semua tenang bersambut bersama senang. Tapi hari ini senang hadir bersama tenang. Senang bisa menulis bersama dalam tenang yang menaungi. Juga tenang hadir memeluk bersama angin menjadi senang yang menghangatkan. Senang dan Tenang had…
