AES614 Kehilangan Buya Syakur Yasin

Hari ini sambil mengikuti rangkaian diskusi paska paparan PPKKS SD di Bengkel Semi Palar, saya menerima berita yang mengejutkan, berita duka di salah satu grup WA yang saya ikuti. Berita duka kepergian salah satu orang yang saya kagumi, Buya Syakur Yasin.
Jujur saya kaget, dan spontan merasa kehilangan. Beliau adalah salah satu sosok yang saya kagumi dan banyak saya ikuti pemikiran-pemikirannya. Beliau memang seorang tokoh di kalangan umat Islam, tapi saat saya mendengarkan paparan-paparannya bahannya sangat mudah diterima. Saya bisa memahami bahkan menikmati apa yang beliau sampaikan walaupun saya bukan muslim. Saya suka bagaimana beliau menjabarkan berbagai dalil dan ajaran dalam agama Islam. Karena yang beliau bicarakan adalah esensinya, saya dengan mudah menangkap dan bersepakat dengan pemikiran-pemikiran beliau - yang saya tangkap melalui perspektif saya sebagai seorang yang beragama Katolik. Beliau dengan mudah bisa kita tempatkan sebagai seorang intelektual Islam.
Entah berapa banyak video beliau yang saya sudah liat. Beberapa kali saya juga merefleksikan bahan pengajian yang disampaikan buya Syakur - kok saya selalu dapat sesuatu juga. Itulah sebabnya sejak mengenal beliau di Youtube, saya kerap kembali dan kembali lagi mendengarkan paparan beliau.
Indonesia kembali kehilangan orang baik, tokoh panutan yang bukan hanya populer tapi juga sarat dengan kebijakan. Sudah lama saya menyimpan keinginan untuk berkunjung ke pesantren Candang Pinggan merasakan suasana di sana yang bagi saya sangat menarik. Saya juga penasaran seberapa terbuka warga di sana terhadap kami-kami yang non-muslim untuk belajar bersama. Sayangnya, Tuhan sudah terlebih dahulu memanggil beliau. Saya menantikan siapa yang akan menggantikan beliau. Di dalam video-videonya beberapa warga pesantren yang menjadi pemantik dan teman diskusi buya adalah orang-orang muda yang cerdas dan terbuka pemikirannya. Semoga segera hadir sosok pengganti orang-orang seperti Buya yang hadir dengan semangat dan kearifannya. Rest in Peace Buya Syakur Yasin .
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

