AES63 Kebaikan Dan Kebahagiaan

Ada sebuah buku yang sedang kubaca, buku ini membuat aku pusinh saat pertama kali membacanya. Beneran bikin sakit kepala. Entah karena waktu itu aku membacanya saat sedang berpuasa atau karena memang buku ini lebih sulit dipahami dari pada buku sebelumnya yang aku baca. Sepertinya buku ini merupakan buku yang akan memiliki kesan berbeda tiap kali aku membacanya, aku tidak bisa menggambarkannya seperti apa hanya menurutku lain waktu saat aku membaca buku ini lagi mungkin aku akan dapat kesan dan value yang berbeda. Sampai hari ini aku baru membaca sekitar 3/4 isi bukunya, entah kapan aku akan membaca 1/4 nya lagi.
Tapi ada satu hal yang paling teringat setelah aku membaca 3/4 buku ini. Dia menceritakan tentang kisah rama dan sinta. Dalam buku itu diceritakan bahwa sinta adalah seorang perempuan cantik anak raja yang kaya, yang memiliki segalanya, ia jatuh cinta pada rama. Saat mengatakan cintanya ia berkata bahwa bila rama mau menikahinya ia akan memberikan rama segalanya, uang, kekuasaan dan istri yang cantik. Namun bila sinta menikahi rama ia akan terjebak selamanya dengan rama, walalupun hal itu juga sudah di sanggupi sinta.
Yang membuat aku terkesan ialah bahwa rama memilih untuk tidak menikahinya, ia berkata
“aku lebih memilih kebaikan dari pada kebahagiaan”.
Selama ini aku mengira bahwa kebahagiaan adalah segalanya, dalam setiap doaku aku selalu minta diberikan kebahagiaan, namun setelah membaca buku ini aku tersadar ada hal yang lebih essential dari pada kebahagiaan itu, yakni kebaikan.
Bila kebahagiaan mungkin hanya akan kita nikmati sendiri, kebaikan akan memberikan dampak yang lebih luas. Dan kebaikan yang kita lakukan akan selalu kembali pada kita hingga bisa memberikan kebahagiaan.
Jalan yang memutar tapi bisa memberikan dampak yang lebih luas, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi lingkungannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…
