AES641 Bengkel AES (lagi)

Tulisan kali ini masih tentang upaya terus membangun kesadaran dan motivasi untuk menulis di Semi Palar. Tulisan ini mulai dituliskan di Bengkel AES bersama teman-teman KPB dan baru sempat saya tuntaskan malam ini. Tulisan ini nyambung dengan curhatan saya di tulisan yang ini : Menulis dan Kultur Literasi Semi Palar yang saya lontarkan sebagai pemantik sesi menulis bersama hari ini.
Hari ini, Jumat 22 Maret di Bengkel Smipa berkumpul teman-teman KPB, juga beberapa calon kakak yang sedang berproses Magang di Semi Palar. Jadinya cukup lengkap komposisi yang hadir hari itu, ada kakak-kakak lama seperti kak Leo juga ada kak Gina yang sudah beberapa waktu bergabung, ada juga kakak-kakak baru yang hadir di Semi Palar belum genap satu minggu. Jadi ada yang tulisannya sudah ratusan, ada yang baru mencoba beberapa tulisan, ada juga yang baru mau mencoba menuangkan tulisannya di Ririungan.
Kenapa mencoba lagi, dan apa bedanya kali ini? Mencoba lagi karena memang Semi Palar belum berhasil membangun gerakan menulis di Semi Palar - yang sebetulnya jadi capaian tertinggi budaya atau kultur Literasi bagi seorang individu, juga di sebuah komunitas - apalagi komunitas pendidikan.
Apa bedanya, kali ini Bengkel AES - mengonversi nama Pendopo AES yang dibawa sebelumnya - digagas sebagai sebuah aktivitas rutin yang mudah-mudahan menjadi ruang fasilitasi untuk belajar menulis. Bersyukur bahwa gagasan ini disambut baik oleh kak @reginamirdan dan @leoamurist dengan dihadirkannya teman-teman KPB K10 dan K11. Sekalian mengenalkan juga apa itu Ririungan dan mulai mencoba menulis di sana untuk para calon kakak @adhmsm, @ninda dan @frisma. Jadilah kita berkumpul di Bengkel AES yang perdana. Dalam kesempatan ini saya juga akan mencoba berbagi cerita dan wawasan tentang menulis - karena saya meyakini bahwa pemahaman yang utuh - lah yang berpotensi melahirkan kesadaran dan dengan demikian memunculkan dorongan untuk menulis secara rutin - untuk membangun tuman dan berproses menuju ngajadi. Ngajadi apa? Menjadi insan literasi tentunya.
Ke depan, ruang menulis ini akan jadi ruang terbuka buat teman-teman di Semi Palar jenjang manapun, juga bagi orangtua dan kakak-kakak. Jadi satu komponen lagi tersedia. Media penulisannya sudah tersedia di Ririungan lalu ruang fasilitasinya juga disediakan bagi yang mau mencoba.
Satu komitmen bersama yang perlu dijaga, bahwa semua yang hadir berkomitmen untuk mempostingkan satu tulisannya di Ririungan. Mari kita coba...
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES867 Pecah yang Membawa Bahagia
Sudah dua hari ini saya tersenyum-senyum sendiri, saat membaca esai-esai warga Smipa di Ririungan. Eh maksudnya bukan senyum-senyum ga ada penyebabnya ya. Ada banget. Saya bahagia melihat postingan rekan-rekan yang menuliskan esai pertamanya di ruang penulisan ini. Entah sudah berapa ratus warga Sm…

AES858 AES Rame Lagi Nih!
Catatan kecil menjelang Festival Literasi. Tidak menghitung, tapi terasa bahwa semangat menulis di Ririungan mulai menyala lagi. Beberapa waktu lalu, mungkin sekitar sebulan yang lalu, Ririungan sepi. Seperti ruang di mana tidak banyak yang hadir, tidak banyak yang bicara. Tapi belakangan Ririungan…

AES685 Silaturahmi Timur dan Barat
Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…
