AES646 Menulis dan Taksonomi Aki Muhidin

Hari kedua setelah libur lebaran, saya dan kak @reginamirdan mengaktivasi kembali Bengkel AES - mengajak teman-teman untuk nobar filem singkat di bawah ini, filem dari kanal Sustainable Human memvisualisasikan narasi Yuval Noah Harari yang berusaha menjawab pertanyaan besar, "Why Humans Rule The World".
Sesi belajarnya diisi dengan menonton filem singkat di bawah ini.
[jrEmbed module="jrYouTube" id="142"]
Di bawah ini sekilas suasana Bengkel AES - di Balado hari ini.


Singkat kata, filem Yuval tadi memang menjelaskan bahwa kekuatan manusia di antara spesies lainnya adalah kemampuannya dalam berimajinasi dan membuat narasi yang akhirnya dijadikan kesepakatan bersama. Sejak awal, semua gagasan dan imajinasi manusia dituangkan dalam teks, dalam tulisan - apakah itu sebuah konsep ekonomi, sistem politik, sistem pendidikan bahkan agama. Semua itu adalah narasi-narasi yang dituliskan melalui undang-undang atau teori ekonomi juga di dalam kitab suci dan menjadi kesepakatan sekelompok masyarakat. Hal inilah yang menjadi kekuatan manusia untuk akhirnya bisa menjadi makhluk yang menguasai dunia - bahkan menentukan masa depan keberlanjutan planet bumi ini.
Semi Palar yang meyakini bahwa setiap individu dengan keunikan dirinya masing-masing punya kekuatan dan potensi besar melalui pemikiran dan gagasannya. Menulis, dengan demikian menjadi sangat penting untuk merekam itu semua. Sedikit demi sedikit. Semoga hal ini ditangkap oleh teman-teman KPB dan perlahan juga dipahami oleh keluarga besar Semi Palar. Oh iya kita juga sempat membahas tentang Aki Muhidin yang kata-kata saktinya tertulis besar-besar di dinding Bengkel Smipa.
Belajar bahasa, baca tulis adalah bukan sekedar untuk bisa baca tulis tapi untuk menuliskan narasi kehidupan masing-masing. Saat kita bisa menuliskan narasi kehidupan kita, itulah ungkapan rasa syukur kita pada Sang Maha Pencipta karena kita bisa merefleksikan dan mensyukuri setiap jejak langkah kehidupan kita melalui tulisan-tulisan kita. Saya kira ini jadi implementasi yang sangat baik untuk frasa merayakan kehidupan.
Photo by Polina Zimmerman: https://www.pexels.com/photo/notes-on-board-3782142/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES863 Penerimaan Diri
Masih dalam konteks Literasi Diri, lebih luas lagi dalam suasana Festival Literasi yang segera digelar di pekan depan. Festival memang perayaan bersama, sebuah peristiwa kolektif, tapi di sisi lain di sisi dalam diri, apakah kita masing-masing juga merayakan literasi diri kita. Merayakan, mensyukur…

AES774 A Wonderful Gift of Words
Kemarin malam, saya menerima sebuah pesan di chat WA saya. Pesan ini dituliskan terkait hari Ulang Tahun saya. Bagi saya ini hadiah istimewa. Dengan segala hormat kepada pembuatnya - yang tidak akan saya sebutkan di sini, tulisan ini adalah apresiasi terhadap apa yang dihadiahkan kepada saya. Karen…

AES754 Lagi, Mengapa Menulis?
Dalam rangka Festival Literasi 2025, kembali saya menulis soal ini. Sudah sering saya menulis soal ini. Mudah-mudahan tidak bosan. Saya sendiri tidak pernah bosan karena beberapa keyakinan saya soal menulis. Keyakinan ini bukan hanya hadir karena sekedar nyaho bahwa menulis itu penting, tapi juga d…
Andy Sutioso100