AtomicEssay

AES65 Kaki

Kirana Kasihpenulis arsip2

Sekitar hampir dua minggu yang lalu, aku mengikuti kelas clay Sinau yang diadakan oleh kelas 12. Karena aku suka dan tertarik dalam membuat clay, aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Di kelas ini pun bahan yang digunakan adalah tanah liat dan aku jarang juga eksplorasi menggunakan tanah liat. Jadi aku pun penasaran dan ingin mencobanya. 

Objek yang dibuat pada saat itu adalah pot. Potnya sendiri bebas mau bentuknya seperti pot biasa atau dikreasikan lagi. Aku pun memiliki ide untuk membuat pot berbentuk telapak kaki. Memang sih bikinnya pasti susah, tapi untuk cari referensinya gampang. Tinggal nunduk, liat telapak kaki, ikutin aja bentuknya. 

Proses pembuatannya sendiri diawali dengan membuat bentuk pot. Jadi aku buat dulu bentuk sebuah tabung dengan alas di dasarnya. Di alasnya itu aku beri beberapa lubang sehingga jika jadi dijadikan pot, air bisa keluar dari sana. Ketika sudah merasa cukup, barulah aku merubahnya menjadi bentuk telapak kaki. Aku menambahkan tanah liat lagi di bagian depan tabung tadi. Perlahan-lahan aku tambahkan lagi tanah liatnya hingga bentuknya seperti telapak kaki tanpa jari. Saat bentuknya sudah pas, barulah aku membuat jari dulu secara terpisah dan menempelkannya pada ujung telapak kaki. 

Nah bentuk utamanya udah jadi nih, berarti tinggal bikin detailnya aja. Membuat kuku adalah bagian yang terlihat mudah namun kenyataannya tidak. Aku mengulanginya berkali-kali karena ukurannya yang terlalu besar, terlalu kecil, atau tidak sengaja tersentuh jariku dan jadi merusaknya. Setelah jari selesai, lanjut ke membuat mata kaki. Sampailah saatnya ke bagian yang paling seru bagiku, yaitu memperhalus permukaannya. Jadi ada beberapa permukaan yang terlihat kasar atau retak karena tanah liat yang keburu kering. Tapi jika ditambahkan air, hal-hal tadi bisa dirapikan lagi. Rasanya sangat menyenangkan bisa memperbaiki bagian itu 

Aku sangat bangga dengan hasil telapak kaki yang aku buat ini. Karena untuk percobaan pertama kali menurutku ini cukup bagus. Satu hal yang aku sayangkan adalah saat membuatnya aku tidak pakai rangka. Dampaknya apa? Saat kering secara bergantian jari-jarinya patah. Awalnya yang telunjuk saja, dan aku pun menempelkannya lagi. Eh ternyata setelah beberapa lama kelingkingnya juga patah. Memang sih jadi harus menempelkannya lagi, tapi aku tidak masalah karena aku menikmati proses pembuatannya yang menyenangkan ini. Dan sepertinya, aku akan menjadikannya hiasan saja daripada untuk pot. Karena kebetulan tampak bagus di meja kamarku  .

Komentar (1)

Saskia Electra

Keren banget parah sih

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES81 Bertemunya Kedua Sungai

Kamis itu menjadi pertemuan antara Sungai Asahan (Aek Toba) dan Sungai Oya. Ini bukan beneran tentang sungai yaa, tapi kelompok Asahan (K12) dengan kelompok Oya (K6). Ini bukan pertama kali kelompok kami bertemu kelompok mereka. Apalagi aku, karena kebetulan adikku yang ada di kelas Oya dan sejak k…

Kirana Kasih30
AtomicEssay

AES80 Api Sepi Nyepi

Penjelajahan kami kelompok Banua Tada di Bali sudah berlangsung 1 bulan lamanya. Penjelajahan ini dibagi menjadi beberapa lokasi, yaitu 3 minggu di Bitera Gianyar, 1 minggu di Ubud, dan 1 minggu di Muntigunung. Salah satu kegiatan yang kami nantikan dalam kegiatan di Bitera adalah Hari Raya Nyepi.…

Kirana Kasih20
AtomicEssay

AES79 Susungaian

Susungaian, kata yang biasa aku gunakan untuk menyebut kegiatan ini. Sejak sekitar 3 bulan yang lalu aku mengikuti satu komunitas yang bernama River Cleanup. Ya sesuai dengan namanya, kegiatan utamanya adalah bersih bersih sungai. Tidak hanya bersih bersih sungai saja, tapi di dalamnya juga memberi…

Kirana Kasih30