AES65 SEPATU RODA

Mari kita coba kembali menulis dan berbagi cerita untuk kembali berbagi hidup.
Saya selalu percaya mimpi yang kita simpan dengan rasa percaya tak akan pernah hilang, dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk bertemu cahaya dan menjadikannya pelangi.
Sekitar 20 tahunan lalu, saya selalu bermimpi bisa memainkan sepatu roda dengan warna-warni seperti permen yang akan saya bawa kemana-mana. Tapi dulu Mama dan Bapak belum bisa membelikan sepasang sepatu roda karena banyak hal. Ternyata mimpi itu tak benar-benar hilang. Tiap kali saya melihat ada yang bermain sepatu roda, saya selalu ikut tersenyum dan merasa senang.
Sepatu roda itu hadir kembali setelah 20 tahun tersimpan dalam hati. Ia hadir persis seperti yang ku bayangkan dari dulu. Berwarna manis seperti permen dan siap menemani saya bermain.
Meski saya baru bisa berdiri dan jatuh, tapi saya suka dan senang sekali dengan prosesnya.
Menjadi pemula dan tak tahu apa-apa memang hal yang menyenangkan. Memulai banyak hal dengan segala kejutan yang ada di dalamnya. Dan mencoba langsung menjadi ruang untuk mengalami, belajar, dan mengukur kebutuhan diri yang paling pas. Meski dengan badan tegang dan kaki kaku untuk melangkah di awal
Kemarin dan pagi ini baru 2x latihan dengan waktu yang tak terlalu panjang. Belum bisa maju lancar, baru bisa mundur karena latihannya di tempat yang enggak datar. Di awal juga sudah berkenalan dengan jatuh dan sakit, namun kami sambut dengan tawa terbahak-bahak.
Terima kasih setiap ingin yang tersimpan di angan, semoga mimpi-mimpi lainnya juga bisa menghampiri di waktu yang tepat. Untuk membawa proses yang sempurna pada masing-masing kesempatan.
Komentar (2)
Waaah seru amat... Dulu saya juga bisa kak bermain sepatu roda. Sebelum populernya inline skates. Haha... Pantas, saya sempat lihat paketnya di pos depan - ternyata punya kak Yanti yaa.. Selamat bergembira kak Yanti
Terima kasih Kak Andy Waaaaahhh ayok kita main sepatu roda lagi, Kak
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 72 BAGAIMANA BENTUK TUHAN?
Apa yang kita ingat saat kita berusia 5 tahun? Pernahkah terpikir tentang bagaimana bentuk Tuhan? Kawan Saron, teman ajaibku di 2 tahun terakhir ini. Menemani mereka dari Sobat Dero yang usianya 4 tahun, hingga usia mereka saat ini. Ada yang berusia 5 tahun, ada juga yang baru merayakan usia 6 tahu…

AES071 Kacamata Bapak
Setahun yang lalu, Bapak masih menggunakan kacamatanya untuk membaca koran di pagi hari, ataupun alkitab di malam hari Sebulan yang lalu, Kacamata Bapak hampir saja hilang entah dimana, saat ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Seminggu yang lalu, Kacamata Bapak mulai berdebu karena sudah lama tak ia…

AES70 Pemberian Istimewa
Selepas hujan sore ini, saya membersihkan dan merapikan tempat bekal saya di dapur sekolah. Entah angin apa yang membawa saya ingin mencuci di sana. Biasanya saya mencuci dan merapikan tempat bekal di RT, dan melaju cepat menuju parkiran. Tapi ternyata angin itu membawa saya pada pertemuan dengan s…

