AES65 Working Mom

Lagi-lagi nggak habis pikir dengan orang yang memandang sebelah mata seorang ibu yang memilih untuk tetap bekerja walau memiliki anak. Seolah-olah perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak harus menghentikan karirnya di dunia pekerjaan. Ada satu asumsi di masyarakat bahwa semua wanita ingin menjadi ibu rumah tangga, tapi kenyataannya itu bukan pilihan semua wanita. Aku rasa semua individu berhak memilih jalan hidup yang menurutnya paling cocok untuk dirinya, termasuk perempuan.
Walaupun aku masih remaja, jujur sakit hati kalau mendengar orang-orang mencibiri Ibu yang bekerja. Cibiran-cibiran tersebut tidak jarang datang dari sesama perempuan, bahkan sesama ibu. Aku yakin, pasti memutuskan bekerja saat sudah memiliki anak itu menjadi keputusan yang berat untuk para ibu diluarsana. Tapi pastinya semua itu ada alasannya, dan mengurus anak itu kan bukan pekerjaan perempuan saja. Kalau laki-laki yang memiliki anak boleh mengejar karir dan ambisi, kenapa perempuan nggak?
Nanti yang ngurus anaknya siapa dong? Banyak kok pilihannya, ada yang memilih membayar baby sitter, atau mungkin membagi tugas menjaga anak dengan pasangannya. Yang penting kan anaknya tetap mendapatkan dukungan dan kasih sayang dari orangtuanya. Bagaimanapun caranya, cara setiap individu atau pasangan kan pastinya berbeda.
Cape banget mendengar glorifikasi pekerjaan ibu rumah tangga, aku setuju itu pekerjaan yang sangat mulia. Tapi, jangan lupa bahwa itu pilihan. Aku yakin, wanita karir juga bisa menjadi ibu yang baik. Mami aku juga ibu yang bekerja, bahkan single mother. Tapi itu tidak mengambatnya untuk menjadi ibu yang luarbiasa untuku dan adiku. Semua orang punya caranya masing-masing. Kita hanya harus belajar menghargainya.
“You can be a good mom and a working mom. You are allowed to be both”
picture: https://id.pinterest.com/pin/29836416272248606/
Komentar (1)
Tepat sekali Sas! mereka yang mencibir itu tidak tahu atau tidak pernah merasakan bagaimana bekerja dan memiliki anak serta ngurus rumah tangga! Seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja adalah wanita super! saya salut dan hormat pada mereka. Saya dulu gantian ngurus jadi saya tahu sekali sulitnya.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES126 Tanda-Tanda Tanda Tanya
Semalam sebelum aku tertidur aku bertanya “Besok pagi mau sarapan pake telor dadar atau telor ceplok ya?” Lalu, saat bangun tidur aku bertanya “Kira-kira kalau aku dulu milih kampus yang berbeda, hidup aku sekarang kayak gimana ya?” Bahkan saat melangkah masuk metro line B pun muncul pertanyaan “Ap…

AES125 Semuanya Tiba Tiba
Rasanya kehidupan belakangan ini banyak elemen ‘tiba-tiba’ nya deh, dalam beberapa konteks. Walaupun secara garis besar ku masih ngerasa ling-lung menjalani rutinitas baru ku disini; perlahan tapi pasti mulai lebih terbiasa. Sekarang sudah jauh lebih kenal dengan teman-teman, hafal nama gedung dan…

AES124 Lika Liku dan Gebrakan Menjadi MABA
“Sas, gimana kabarnya disana?” Gimana ya kabar aku, aku sendiri yang menjalani bingung gimana cara jawab pertanyaan ini. Seperti orang pada umumnya, reflek pertama adalah “hi, kabar aku baik kok”. Tapi aku jadi bingung, apa bener kabar aku lagi baik-baik aja. Rasanya ada banyak pilihan kata lain ya…

