AES67 4 Jejak Langkah Merayakan Kehidupan

Berlokasi di Natural Hills, Jl. Kolonel Masturi Km 7 Cisarua Lembang pada Minggu 19 Agustus 2023, menjadi saksi Rumah Belajar Semi Palar ‘Merayakan Kehidupan’.
Saya memaknai konsep ‘Merayakan Kehidupan’ yang diusung oleh Kak Andy dari Rumah Belajar Semi Palar sebagai sebuah ruh yang sangat berharga, terutama di saat dunia tengah menghadapi tantangan. Ruang untuk bersukacita dan merayakan hal-hal positif dalam kehidupan memiliki dampak yang luar biasa dalam menjaga keseimbangan dan kesejahteraan kita sebagai manusia. Terlebih lagi, di tengah suasana yang mungkin kurang menggembirakan, menghidupkan semangat merayakan bisa menjadi sumber kekuatan dan harapan.

#1 Menyatukan Semua Warga Smipa dalam Petualangan di Alam

Melalui kegiatan yang dikemas sedemikian rupa oleh Kakak-Kakak Smipa yang melibatkan orangtua dari semua jenjang, konsep ini menjadi semakin kuat. Kegiatan hiking, mini games, dan pembuatan kolase bumi mengajarkan bahwa dalam kerjasama dan kreativitas, kita dapat menemukan sukacita dalam kebersamaan dan kekompakan yang berharga. Meskipun menantang, tetapi dengan mengarahkan perhatian kita pada hal-hal positif, kita dapat menumbuhkan rasa syukur dan mengubah energi negatif menjadi positif.
#2 Permainan Sederhana yang Mengajarkan Lebih dari Sekedar Bersenang-senang

Disaat jenjang besar mengikuti hiking, teman-teman jenjang kecil mengikuti beberapa pilihan permainan sederhana. Melalui permainan halang rintang, bebentengan, bermain bola, serta menyebrangi jembatan bambu dan membuat karya dari bahan alam. Bukan sekadar bersenang-senang, beberapa kegiatan ini juga melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kreativitas teman-teman kecil. Meningkatkan kreativitas sangat penting untuk melatih pemecahan masalah, meningkatkan keterampilan kognitif, mendorong imajinasi, meningkatkan kemampuan sosial, membantu beradaptasi dengan perubahan, serta mendorong inovasi.
#3 Kolase “Bumi Kita Rumah Kita” Simbol Persatuan dan Keragaman
Diawali dengan menyatukan beberapa bagian kain berwarna biru sebagai simbol dari bumi, yang didapatkan dari menjalankan misi hiking. Orangtua bekerjasama menjahit setiap bagiannya, kemudian anak-anak mengumpulkan bahan alam dan menaruhnya untuk memenuhi bagian pulau atau daratan untuk merangkai pesan terkait isu lingkungan. Kolase ini juga mendapat sentuhan keunikan setiap penghuninya dengan menancapkan foto keluarga warga Semi Palar di sekeliling kolase bumi yang sudah dibuat.

4# Upacara yang Khidmat dan Bermakna

Kegiatan penutup dengan membentangkan bendera merah putih diiringi lagu Syukur, walaupun kami berdiri dibawah terik mentari, entah mengapa, rasanya khidmat dan menggetarkan hati. Sebuah narasi, doa, dan puisi menambah kesyahduan dari upacara penutup ini. Yang menurut saya paling epik, ketika perwakilan orangtua dan anak dari setiap kelompok membawa kendi, dan menuangkan air tanah ke kendi. Memadukan air tanah dalam kendi dari berbagai tempat adalah simbol keberagaman yang indah. Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, kita semua memiliki kedekatan dengan bumi yang sama. Melalui tindakan ini, konsep merayakan kehidupan menjadi lebih mendalam karena mencerminkan persatuan dan keragaman.
Ketika dunia mungkin tidak dalam kondisi terbaik, semangat ‘Merayakan Kehidupan’ menjadi semakin penting. Ini bukanlah tentang mengabaikan permasalahan, tetapi tentang menemukan cahaya dalam kegelapan. Dengan menghidupkan konsep ini, kita menciptakan ruang untuk kebahagiaan, harapan, dan ketahanan yang bisa menginspirasi orang lain di sekitar kita.
Salam,
Komentar (3)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES128 Rumah yang Terus Bertumbuh
Selamat malam... Izinkan saya bercerita tentang sebuah rumah yang saya rindukan... Sejatinya rumah itu tempat berkumpulnya keluarga dan tempat untuk kembali setelah berpetualang. Rumah, seperti Apa pun bentuknya dan siapa pun di dalamnya. "Rumah singgah", sepertinya begitulah Rumah Belajar Semi Pal…

AES72 Bertualang di Tanah Pusara Air
“Jumlah air di muka bumi selalu tetap, yang berubah hanya bentuk dan tempat.” Kawanan Bengawan Solo sedang mempelajari topik Daur Air dalam olahan terpadu di kelas. Berawal dari menonton video dokumenter tentang krisis air yang terjadi di beberapa kawasan di dunia, bahkan negara maju sekalipun. Man…

AES#70 Endog Entog
Tampaknya, arti bahagia itu sesederhana menikmati hujan sambil menyeruput kopi dan makan tanpa mikirin apapun... Cuaca hari ini cukup sendu dari pagi, siang cukup panas, sore hari kembali mendung, dan akhirnya turun hujan yang cukup besar... Puji Tuhan... Sudah beberapa lama ini, cuaca sangat ekstr…


