AES67 cerewet?
Kebanyakan orang dewasa punya kebutuhan besar untuk bicara. Ada orang yang berbicara untuk menyelesaikan masalah, merasa dengan membicarakan dapat menyelesaikan masalahnya. Ada juga yang banyak bicara saat berada dalam tekanan. Ada kebutuhan untuk mendapat stimulasi, kebutuhan merespon perubahan, kebutuhan untuk mengolah pengalaman atau kejadian, dengan cara berbicara. Bahkan kebutuhan bicara kerap dikaitkan dengan gender, jadi stereotip. Perempuan itu cerewet. Konon katanya ada faktor biologis, tingginya protein dalam otak yang berperan dalam perkembangan kemampuan berbicara. Atau anggapan bahwa model standar komunikasinya perempuan adalah bicara. Semua perlu diungkapkan, yang disuka, yang tidak disuka, yang mengganggu, yang dirasa. Gender dan pelabelan tidak penting, karena pada kenyataannya sering juga lihat atau bertemu laki-laki yang banyak bicara, atau perempuan yang pendiam.
Yang pastinya berbeda adalah anak-anak. Terutama di usia dini, kebutuhan mereka adalah ritme, rutin,dan kegiatan yang mengalir. Karena masih menyatu dengan lingkungannya, impuls mereka adalah mengimitasi. Segala sesuatu di sekitarnya dicerap, dan diterima sebagai yang seharusnya. Bila diperhatikan, anak dapat mengamati dalam tenang, menyerap berbagai hal yang bersentuhan dengan rasa dan indera mereka. Dari situ mereka belajar. Demikian pula dengan kemampuan berbicara. Cara bicara, perbendaharaan dan pilihan kata, gestur dan ekspresi kerap merupakan imitasi dari orang-orang di sekitarnya. Dan meski belum dapat menjelaskan anak juga menangkap sisi rasa yang terkandung dalam percakapan di sekitarnya. Obrolan hangat dan mengasyikan, pembicaraan serius dan menegangkan, antusiasme dari kabar gembira yang disampaikan, kekhawatiran dan kesedihan dari berita duka, bahkan kecurigaan dan kekepoan dari pergunjingan.
“When we think of the environment around little children, we know that it is very important that the true, the beautiful and the good surround the child.” ~ Dr. Edmond Schoorel
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES182 Kolaborasi Buku Anak
Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

AES181 Terima Kasih!!
Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

AES180
Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…
