AtomicEssay

AES68 vulnerability

innocentiainepenulis arsip2

Daring Greatly, ditulis oleh Brene Brown, salah satu buku bagus sekaligus menohok, yang direkomendasikan si sulung. Rico pernah menulis tentang hal ini juga pada salah satu AES nya. Pada salah satu paragraf pembuka penulis bercerita tentang berbagai tahap dalam hidupnya yang semuanya mengacu pada satu premis: keep everyone at a safe distance and always have an exit strategy. Ehh.. kok aku banget yah.. lalu penasaran..

Berbasis hasil riset dan cerita-cerita pengalaman kehidupan yang ia kumpulkan bertahun-tahun, ia mengajak aku memahami bahwa banyak moment dalam hidup yang kerap membuat orang takut, ciut, terhenti, menolak, menunda, gusar, kesal, sedih, malu, bertanya-tanya.. Tak ada yang salah dengan itu, tak ada yang salah dengan diri kita. Manusiawi. jawabnya pun sangat manusiawi. Vulnerability - diterjemahkan sebagai 'kerentanan' di beberapa kamus. Menghadapi dan menerima vulnerability, seolah mengakui kelemahan diri, yang kerap kita tolak dan dorong jauh. Karenanya meski bahasanya enak untuk dibaca, penyampaiannya apa adanya, tetap saja butuh waktu cukup lama untuk aku menyelesaikan buku tersebut. Namun menjelaskan banyak hal tentang sikap diri ataupun orang lain yang seringkali jadi pertanyaan.

Setiap orang punya vulnerability yang berbeda-beda. Semua orang, bahkan sosok sekaliber Oprah pun mengalami. Tuntutan, harapan, label, shame of being ordinary, thought of not enough, dihadapi dengan topeng, senjata, tameng, atau cara yang berbeda-beda juga. Selain diajak membaca diri dengan mengenali dan memahami vulnerability dalam diri, penulis juga menjelaskan counterapproach / penangkal untuk mengubah perspektif. Semisal ketika vulnerability menghalangi diri untuk bahagia, merasa tidak berhak, belum cukup pantas untuk boleh bahagia. Atau khawatir bahwa nantinya akan diikuti kecewa, karena setelah ups biasanya ada downs, dll. Penangkalnya, adalah melatih gratitude. Bersyukur membuat lebih menerima, dan merasa cukup untuk bisa bahagia.

Memahami, mengetahui akar dan mengubah cara pandang tidak lantas bisa mengatasi, tetap butuh kemauan, keberanian untuk menghadapi hal-hal yang membuat diri merasa rentan, courage to show up and be seen. Seringkali dari luar atau sisi yang berbeda bisa melihat situasi orang lain. Lalu berharap, pingin lihat orang itu berani menghadapi vulnerability mereka, sementara diri sendiri tidak merasa cukup. Memang perlu dan hanya bisa mulai dari diri sendiri, meski support tetap penting karena seringkali bukan sesuatu yang mudah untuk diatasi sendiri.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES182 Kolaborasi Buku Anak

Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

innocentiaine11
AtomicEssay

AES181 Terima Kasih!!

Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

innocentiaine100
AtomicEssay

AES180

Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…

innocentiaine20