AtomicEssay

AES69 Untuk Dimakan!

wulan bubuypenulis arsip2

Dalam satu tahun, aku punya jadwal tetap bikin kastengel dan nastar, iya di bulan ramadhan. Tujuannya memang untuk meramaikan meja ruang keluarga atau ruang tamu, meski kenyataannya yang banyak menghabiskan ya kami sendiri.

Pertama kali buat nastar, aku kaget karena setelah keluar oven bentuk yang kupikir tepat, ternyata membesar. Hahaha. Padahal aku dapat resep turun temurun yang kuyakin langsung bisa tanpa gagal. Hm, gagalnya memang relatif sih, dari selainya yang terlalu basah sampai olesan kuning telur yang retak-retak seperti sawah di musim kemarau.

Aku baru tahu sekitar empat tahun lalu kalau teknik membuat nastar itu berbeda-beda, ada yang adoannya harus ngadem dulu di kulkas, ada yang oles kuning telurnya setelah adonan setengah matang, ada juga yang harus oles 2 - 3x baru mulus. Intinya, membuat nastar bagiku sangat menguras energi. Tapi suka, jadi ya dijabanin.

Nah, tahun ini aku sudah mencicil selai nanasnya. Diniatkan nanti jelang akhir ramadhan kuselesaikan semuanya. Tetapi, godaan pun datang dengan bermunculannya bingkisan berupa kue kering dari kolega Ibuku. Tentu saja nastar ada disana, membuat jiwa rebahanku muncul dan beralasan selai kan masih tahan kalau jadwalnya digeser ke bulan depan. Hihihi.

Lalu, apakabarnya kastengel? Ada, kok. Ini sudah selesai lebih dulu karena prosesnya yang gak sepanjang nastar. Cuma, gak yakin masih bertahan di meja ruang keluarga sampai hari Lebaran. Aku menyebutnya mesin penghabis kue, dengan kecepatan makan setara dengan mengunyah keripik, rasanya sulit untuk menghemat. Dalihnya, 'kan dibuat untuk dimakan', betul juga sih ya. Tapi... hm...

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES99 Suaka Paling Nyaman

Empat bulan kurang lima hari sejak anakku boarding, akhirnya aku mulai menemukan pola rutinku sendiri setelah beberapa saat aku seperti orang yang lagi belajar juggling. Apa kata yang tepat ya? Riweuh? Iya, riweuh berujung rudet. Dan baru aku tersadar kalau ternyata selama ini rutinitas yang aku la…

wulan bubuy44
AtomicEssay

AES98 Melihat Sisi Positif

Tulisan ini berawal dari beberapa hari lalu aku dikirimin sebuah video yang bagiku terasa begitu menyayat hati, tentang seorang ayah yang menyuruh anaknya untuk membuang medali dan menyobek lembar sertifikat lomba yang diraihnya. Menurut sumber yang mengirimkan video, perlakuan itu karena sang anak…

wulan bubuy22
AtomicEssay

AES97 Gerbang Kisah

Dua pekan yang lalu, sebelum jadwal penjengukan, akhirnya aku dan anakku bisa berbincang lewat gelombang suara. Lucu juga rasanya, padahal kesempatan seperti ini relatif longgar, tapi tetap saja menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Di akhir pembicaraan, anakku bilang, ‘Bu, inget kan tulisan d…

wulan bubuy42