AtomicEssay

AES71 alarm berbunyi

innocentiainepenulis arsip2

Sore tadi mendapat kiriman dari satu orangtua, tentang sebuah iklan pada film musik anak yang ditayangkan di youtube. Iklan yang membuat jengah, karena topiknya yang spesifik untuk dewasa tapi dengan licik disisipkan sebagai iklan di tengah film anak. Tak pelak membuat orang berasumsi ada agenda tersembunyi mengarah pada pasar anak-anak usia dini, atau memang pembuatnya mengalami kelainan kejiwaan.

Menjumpai hal semacam itu membuat resah hati. Sementara belum tahu juga apa yang dapat dilakukan untuk menghindar paparan semacam ini. Secara legal tampaknya banyak yang telah melaporkan atau protes pada pihak Youtube Indonesia. Meski hal ini tentunya tidak akan dapat menghapus begitu saja paparan yang telah diserap anak. Bahwa alarm orangtua segera berbunyi ketika menyadari ada sesuatu yang salah, kemudian saling mengingatkan dengan orangtua lain menjadi kekuatan tersendiri. Jangan remehkan kekuatan ibu-ibu yang sedang berang.. Secara teknis orangtua dapat mencari cara untuk menjaga anak yang masih kecil dari paparan yang membahayakan. Seperti mengunggah terlebih dahulu film yang diinginkan, agar dapat dilihat secara luring. Namun hal ini tentu tidak dapat terus dilakukan hingga anak besar kelak. Serbuan tindakan busuk semacam iklan tadi dapat menyusup dari mana saja dan kapan saja, di luar kontrol orangtua. 

Ketika memikirkan apa yang dapat dilakukan, teringat pesan seorang narasumber pertemuan orangtua beberapa waktu silam, tentang pentingnya membangun nilai dengan membiasakan anak mengenal mata uang palsu. Ibarat teller di Bank, yang dapat segera mengenali uang palsu saat memegang, karena terbiasa memegang uang yang asli. Menurut psikolog narasumber tersebut, anak akan segera menyadari ketika ada yang salah, bila mendapat cukup banyak paparan nilai kebaikan dan kebenaran di keseharian. Bentuk paparan bisa sangat beragam, sesuai usia. Mulai dari dongeng, keteladanan sikap dan perilaku, hingga membangun kebiasaan untuk terbuka dan berdiskusi tentang hal-hal yang terasa mengganggu. Tentunya bukan hal instan yang dapat dilakukan saat suatu hal sudah terjadi. Terlebih pada anak yang sudah menjelang remaja dan tidak merasa terkoneksi dengan orangtua lagi. Intinya, akan jauh lebih baik untuk menguatkan relasi dengan anak dan membekali anak dengan nilai-nilai yang diinginkan.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES182 Kolaborasi Buku Anak

Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

innocentiaine11
AtomicEssay

AES181 Terima Kasih!!

Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

innocentiaine100
AtomicEssay

AES180

Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…

innocentiaine20