AES72 A Good Morning

As much as I’m not proud of it, I have to admit I am not a morning person. I am such a night owl, I think Im only a morning person on Christmas morning. But I have gotten better throughout the years, I have learned to wake up earlier and to actually have a morning routine.
Why it’s hard for me to enjoy the mornings, its because I usually don’t get enough sleep. I have a hard time trying to sleep at night, it’s usually because my mind is just alive when Im trying to sleep. I have to admit that having a good morning is such a rare but meaningful experience for me. Most of the time Im really cranky in the morning, and my body hurts when I wake up, especially my lower back.
But when I experience a good morning, it feels like heaven on earth. I remember one time I woke up at like 5.30 and I made myself breakfast, I also went on a walk and I think that was one of the best days of my life. Everyone else at my house was waking up a little bit late that day so I had lots of alone time.
I don’t know is this just me or do others have the same struggle. Let’s just hope I can turn myself into a morning person. I think that would be amazing, and it could help me to be healthier and also more productive.
picture: https://id.pinterest.com/pin/396387204682485498/
Komentar (3)
Sulit tidur di malam hari yg dialami Saski itu banyak dialami juga oleh org lain karena berbagai alasan. Sederhananya, kesulitan itu terjadi karena tubuh tidak bisa mudah beralih dari moda saraf simpatik ke parasimpatik. Kalau dipelajari, kedua sistem saraf inilah yang bertanggungjawab mengatur seluruh tubuh. Namun bukan berarti ada masalah di sarafnya. Sederhana saja, karena kemampuan alami untuk beralih moda itu menurun. Bayangkan dua saraf ini itu adalah satu saklar hidup mati sebuah lampu. Jadi ketika satu aktif berarti yang lain non aktif, bergantian. Sepanjang hari, saraf ini akan bergantian aktif setiap 2 jam, sesungguhnya seperti itu, namun karena kebutuhan untuk terus berkegiatan maka satu moda jadi cenderung lebih dominan dibandingkan yang lainnya. Inilah yg menjelaskan mengapa saraf parasimpatik akhirnya terdominasi dan tidak bisa dengan mudah aktif, bahkan ketika dibutuhkan. Saski bisa pelajari lebih lanjut tentang dua sistem saraf itu dan barangkali juga jadi bisa paham tentang anxiety Saski. Lalu, sesudah memahami dua sistem saraf tadi, Saski bisa mulai membaca esai tante tentang napas. Di sana ada penjelasan kaitan napas dengan sistem saraf tadi, ada latihan napas juga. Oh iya, tante juga pernah komen tentang napas di esai Saski juga kan? Nah.. itu bisa dicoba. Saraf itu halus, tak kentara, napas juga sama, halus dan tak kentara. Jika saraf bekerja otomatis begitu saja seperti halnya seluruh sistem lain di tubuh, napas bisa terjadi dengan pengaturan tertentu yang kita usahakan. Itulah sebabnya mengapa napas adalah pintu masuk menuju ke dalam tubuh. Mempengaruhi napas berarti mempengaruhi seluruh tubuh, karena seluruh sistem tubuh berkaitan satu sama lain, tidak berdiri sendiri-sendiri. Tanpa diajari pun dari kecil kita memang OTOMATIS BISA bernapas, tapi mengatur napas memang perkara mengubah keotomatisan itu. Agar setiap perkara yang sepertinya lazim terjadi di tubuh kita pun ikut berubah. Mengatur napas berarti memegang kendali atas tubuh, dan Saski bisa arahkan sesuai kebutuhan Saski. Coba deh, mungkin baru bisa paham setelah melakukan dan merasakannya di tubuh Saski.
Thank you banget tante saran nya, pasti Saski coba :)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES126 Tanda-Tanda Tanda Tanya
Semalam sebelum aku tertidur aku bertanya “Besok pagi mau sarapan pake telor dadar atau telor ceplok ya?” Lalu, saat bangun tidur aku bertanya “Kira-kira kalau aku dulu milih kampus yang berbeda, hidup aku sekarang kayak gimana ya?” Bahkan saat melangkah masuk metro line B pun muncul pertanyaan “Ap…

AES125 Semuanya Tiba Tiba
Rasanya kehidupan belakangan ini banyak elemen ‘tiba-tiba’ nya deh, dalam beberapa konteks. Walaupun secara garis besar ku masih ngerasa ling-lung menjalani rutinitas baru ku disini; perlahan tapi pasti mulai lebih terbiasa. Sekarang sudah jauh lebih kenal dengan teman-teman, hafal nama gedung dan…

AES124 Lika Liku dan Gebrakan Menjadi MABA
“Sas, gimana kabarnya disana?” Gimana ya kabar aku, aku sendiri yang menjalani bingung gimana cara jawab pertanyaan ini. Seperti orang pada umumnya, reflek pertama adalah “hi, kabar aku baik kok”. Tapi aku jadi bingung, apa bener kabar aku lagi baik-baik aja. Rasanya ada banyak pilihan kata lain ya…

