AES74 desa kincir air

20 September. Hari ini aku teringat pada episode mimpi terakhir dari film Akira Kurosawa, Desa Kincir Air. Seorang pemuda berjalan di sebuah desa yang permai. Rumah-rumah sederhana, sungai jernih, jembatan kayu, kincir air, sawah, kebun, ladang dan anak-anak bermain di alam. Di tengah perjalanan ia bertemu seorang bijak yang telah berusia lebih dari seratus tahun. Sang bijak menjelaskan tentang desanya yang memilih cara hidup sederhana, tanpa campur tangan teknologi. Membajak sawah dengan sapi dan lembu, tanpa traktor. Menerangi rumah dengan lilin dan minyak biji rami, tanpa lampu. Teknologi membuat manusia nyaman, malas dan semakin jauh dari alam ujar sang bijak. Tapi malam kan gelap, ucap si pemuda dengan bingung. Ya, malam memang dimaksudkan untuk gelap jawab sang bijak.
Tengah bercakap, terdengar suara keriaan dari kejauhan. Ternyata para penduduk membuat prosesi pemakaman untuk menghantar seorang warga desa yang baru meninggal dunia. Seorang ibu berusia 100 tahun. Pria, wanita, anak-anak mengikuti parade tersebut dengan mengenakan baju warna-warni, menyanyi, menari, gembira merayakan kematian. Ketika pawai mendekati mereka, sang bijak beranjak masuk ke dalam barisan seraya berkata, banyak orang mengatakan hidup itu berat. Itu hanyalah ungkapan. Hidup itu suatu kebaikan..
Aku membayangkan sosok sang pemuda, di desa kincir air yang damai. Jauh dari keramaian dan hidup yang rumit. Menemukan keindahan dan kedamaian dari gelap malam, berada di antara mereka yang merayakan kematian dengan penuh syukur dan gembira, sekaligus menghayati kebaikan hidup. Hari ini aku berdoa untuk dapat mensyukuri jejak kehidupannya yang penuh semangat dan kebaikan, dan untuk dapat senantiasa merayakan kepergiannya dengan hati gembira.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

110 yesterday
Jenis font yang khas pada judul film ini segera menarik perhatianku. Wah pasti film tentang Beatles nih.. Ternyata bukan tentang Beatlesnya sendiri. Justru berkisah ketika dunia tidak mengenal Beatles. Terjadi black out 12 detik di seluruh dunia. Jack Malik, seorang pemusik yang baru saja memutuska…

103 it's a wonderful life
Sebuah film lawas yang kerap jadi pilihan untuk diputar menjelang natal. Awalnya karena latar belakangnya yang kental dengan suasana Natal. Untuk aku, musik atau film bernuansa Natal membangun spirit dan kadang mengingatkan kembali pada makna yang perlu diresapi dan digali dari tahun ke tahun. Pert…

AES29 awal kehidupan
"The Beginning of Life" documentary banner of young girl gazing at apple blossom. Maria Farinha Filmes Di setiap jenjang selalu ada hal-hal menarik untuk dikupas. Namun mungkin karena pada dasarnya mudah jatuh hati pada anak kecil, untuk aku jenjang usia dini sungguh mengagumkan dan menarik. Mengam…
