AtomicEssay

AES74 Kisah Ibuku dan Jam Di Rumah

wulan bubuypenulis arsip2

Satu hari, sesampainya aku dirumah ternyata Ibuku sedang menerima tamu. Aku mendatangi Ibuku dan menyapa tamu itu. Selang beberapa waktu aku baru tahu kalau tamu Ibuku adalah seseorang yang punya keahlian mereparasi jam. Cukup lama juga beliau bekerja, hingga terdengar adzan dzuhur. Barulah terlihat beliau berpamitan pada Ibuku. 

Dengan wajah nan ceria ibuku menunjukkan satu buah wekker dan bertanya kira-kira cucunya mau tidak untuk di simpan di kamarnya? Aku mengangguk, lalu Ibuku bercerita kalau jam itu bunyi alarmnya lucu. Aku tersenyum. Aku mengenali bentuknya, memang yang selama ini selalu ada di kamar Ibuku. Aku tersenyum lagi. 

Tak berapa lama, meluncurlah rasa syukur dari beliau. Katanya kira-kira begini, "Alhamdulillah, ini kayak jawaban dari do'a-do'a Ibu, pengen banget benerin jam-jam di rumah". Aku yang mendengar dalam hati meramu kata 'Jam - Jam', banyak dong? Bertanyalah aku ada berapa jam yang direparasi? Banyak, jawabnya. Oh, berarti lebih dari 2, bisa jadi lebih dari 3. 

ALLAH AKBAR. Aku teringat beberapa kisah yang pernah kudengar, bagaimana Allah mempertemukan dua orang yang saling membutuhkan. Satu butuh pertolongan, satu lagi butuh berbagi. Masyaa Allah. Tak henti-hentinya aku merasakan kebesaranNya. Ntah sudah berapa kali aku melewatkan hal begini, tetapi kali ini barulah aku menyadari gak ada yang namanya kebetulan. Segalanya sudah diatur, segalanya sudah disesuaikan dan sekali lagi aku melihat benarnya perkataan sahabat nabi yang diberi gelar Al-Faruq; Umar bin Khattab, "Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang menjadi takdirku tidak akan pernah melewatkanku." 

Di waktu itu, tepat melintas di depan rumah seorang bapak yang menawarkan jasa reparasi jam. Entah bagaimana Allah aturkan Ibuku melihatnya melintas. Aku merinding membayangkan bagaimana bahagianya Ibuku yang sudah lama memendam keinginan memperbaiki jam - jam yang ada di rumah. Betul, tidak hanya satu. Dan semua yang diperbaiki itu bisa berfungsi kembali, Alhamdulillah. Betapa indahnya Allah meletakkan sesuatu untuk menjadi rezeki hambanya. Masyaa Allah. Masyaa Allah. Tabarakallah. 

Benar, segalanya selalu tepat dan tidak pernah meleset. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES99 Suaka Paling Nyaman

Empat bulan kurang lima hari sejak anakku boarding, akhirnya aku mulai menemukan pola rutinku sendiri setelah beberapa saat aku seperti orang yang lagi belajar juggling. Apa kata yang tepat ya? Riweuh? Iya, riweuh berujung rudet. Dan baru aku tersadar kalau ternyata selama ini rutinitas yang aku la…

wulan bubuy44
AtomicEssay

AES98 Melihat Sisi Positif

Tulisan ini berawal dari beberapa hari lalu aku dikirimin sebuah video yang bagiku terasa begitu menyayat hati, tentang seorang ayah yang menyuruh anaknya untuk membuang medali dan menyobek lembar sertifikat lomba yang diraihnya. Menurut sumber yang mengirimkan video, perlakuan itu karena sang anak…

wulan bubuy22
AtomicEssay

AES97 Gerbang Kisah

Dua pekan yang lalu, sebelum jadwal penjengukan, akhirnya aku dan anakku bisa berbincang lewat gelombang suara. Lucu juga rasanya, padahal kesempatan seperti ini relatif longgar, tapi tetap saja menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Di akhir pembicaraan, anakku bilang, ‘Bu, inget kan tulisan d…

wulan bubuy42