AtomicEssay

AES745 Melambat

Andy Sutiosopenulis arsip2

Salah satu kata yang sering didengar di semester lalu adalah kata 'melambat'. Entah apa penyebabnya. Bisa jadi di bawah sadar, kakak-kakak merasakan bahwa persoalan melambat ini jadi sesuatu yang penting. Apakah memang merasakan bahwa ritme kehidupan terlalu cepat atau serba terburu-buru. 

Saya pikir ini jadi sesuatu yang penting jadi perhatian kita bersama. Tidak ada peristiwa kebetulan. Sedikit banyak, tentunya ada kepekaan tertentu yang membawa kakak-kakak memunculkan hal ini ke berbagai ruang perbincangan. Di sisi lain, Semi Palar juga sedang berusaha lebih memahami tentang kebersadaran atau mindfulness. Di Ririungan ini sudah banyak yang menulis tentang waktu, juga tentang perubahan. Saya ingin menulis di dalam konteks ini, mengaitkan antara melambat dengan berbagai perubahan yang sedang terjadi - supaya lebih disadari. 

Berbagai perubahan berlangsung begitu cepat. Akselerasinya juga semakin terasa. Saya kira faktor pemicu terbesarnya adalah perkembangan teknologi - terutama teknologi informasi. Karena semua semakin cepat, kata 'menunggu' juga semakin kehilangan konteksnya, karena segala sesuatu bisa segera, secara instan diperoleh. Dalam ingatan saya, sewaktu kecil, saya belajar untuk menunggu. Kenapa harus menunggu, karena segala sesuatu ada prosesnya dan perlu waktu. Saat ini hal-hal sepert ini semakin hilang karena semua sudah serba instan. 

Wajar juga kenapa segala sesuatu menjadi lebih cepat. Menjadi serba cepat sampai di titik cepatnya perubahan ini membuat kita semua sulit memahami ke mana perubahan akan membawa kita. Saat ini kita sama sekali tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi di tahun depan. Yang ada di hadapan kita adalah berbagai kemungkinan - karena segala sesuatu serba tidak terprediksi.

Lalu apa yang bisa dilakukan, saya kira kita perlu belajar untuk melambat. Agar kita tidak terbawa arus dan ritme kehidupan. Saya pikir dalam situasi itu, kita akan lebih menyadari apa yang sedang terjadi. Analogi yang pas adalah saat kita berkendaraan dengan saat kita bepergian dengan bersepeda atau berjalan kaki. Kita akan bisa lebih melihat dengan detail juga berbagai hal yang ada di sekitar kita. Saat kita ngebut di jalan tol, semua serba blur, lewat begitu saja. Semacam itu. 

Saat semua lebih jelas dalam pandangan kita, kita bisa lebih jernih juga memandang situasi dan menentukan apa yang baik kita lakukan. Kita tidak terbawa arus perubahan, tapi lebih paham juga kemana perubahan membawa kita. Toh kita punya kekuatan untuk melakukan sesuatu, tidak sekedar pasrah mengikuti ke mana arus perubahan membawa kita. 

Menutup tulisan ini, pikiran saya kembali ke sosok Hirayama-san di dalam filemnya Perfect Days, yang secara sadar memilih untuk hidup berkesadaran di tengah hingar bingarnya kehidupan metropolitan Tokyo. Hirayama tetap bisa menemukan keindahan di dalam berbagai hal kecil yang dia bisa temukan di dalam laku kehidupannya yang lambat dan tampak sederhana. Karenanya kita bisa melihat bahwa Hirayama-san - di tengah dinamika kehidupannya masih bisa menemukan makna dan bersyukur atas segala yang dia alami dan dia jalani. 

*Tulisan ini saya tuntaskan bersama teman-teman penulis AES di Ngopi Sore AES tanggal 17 Januari 2025. 
Photo by Song Kaiyue: https://www.pexels.com/photo/slow-signage-2029478/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES540 Akselerasi Perubahan

Ada dua hal yang perubahannya sangat cepat, sangat sangat cepat. Perubahan yang terjadi juga terus diakselerasi (semakin cepat). Dua hal ini adalah: yang pertama Perubahan Iklim (yang saat ini sudah di dalam situasi krisis) dan yang kedua adalah Artificial Intelligence. Dua hal ini yang akan sangat…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES951 Siap Bersekolah

Pagi ini di ruang tempat kami berdiskusi - berkoordinasi, terdegar suara tangisan seorang anak. Hari Selasa ini kami baru memasuki hari ke lima bersekolah, di TP ke 22 ini. Mengamati sebentar, sepertinya ini terjadi karena kenyamanan teman baru ini di rumah barunya. Murid di TK-A yang masih perlu w…

Andy Sutioso22
AtomicEssay

AES926 The Global System is Collapsing

Kita sedang menyaksikan kehancuran sistem global. Berlangsung di depan mata kita detik demi detik. Sistem yang selama ini dibangun oleh ratusan tahun peradaban manusia sedang kolaps. Pilar-pilarnya hancur, dinding-dindingnya dibongkar. Ini terjadi mulai dari skala kecil, komunitas, negara, regional…

Andy Sutioso00