AES75 Semua Sudah Sempurna

Setiap pagi selepas mengantar anakku, terkadang aku pulang melewati sebuah jalan dimana aku selalu melihat satu keluarga berduyun bersama gerobaknya. Terenyuh rasanya, sebab rute yang kita pilih sering gak disadari ternyata mempertemukan kita pada guru-guru kehidupan. Mengajarkan kita untuk berempati, mau berbagi, bahkan memberi bantuin kecil sesederhana memberi kesempatan pada oranglain untuk mengambil jalan terlebih dahulu.
Dan ntah untuk kesekian kalinya aku melihat keluarga 'gerobak' sedang menikmati sarapan di pinggir trotoar. Hal ini makin menyadarkan aku atas rizki yg sdh diatur-Nya. Gak akan tertukar, bukankah begitu? Dan tentunya urusan esok hari juga bukan urusan kita, yakan?
Jadi pelajaranku hari ini, semua hal memang sudah berjalan dengan amat sempurna, sesuai dengan porsinya masing-masing. Gak ada yang kurang, gak ada yang lebih. Takarannya sudah pas, sesuai kemampuan kita yang dititipkan amanah. Tentu gak perlu ada keraguan untuk itu.
Tinggal kitanya, aku khususnya, bisa gak menjaga keseimbangan yang sempurna ini? Minimal aku gak egois aja cuma gegara takut telat, takut gak keburu, takut ketinggalan, takut gak kebagian dan takut-takut lainnya sehingga membuatku lupa terhadap hak oranglain.
Komentar (2)
Wow. Ini esai yang ke 75 ya? Mantap.
Iya kak, tembus juga akhirnya setelah sekian lama. Terima kasih kak Andy
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES99 Suaka Paling Nyaman
Empat bulan kurang lima hari sejak anakku boarding, akhirnya aku mulai menemukan pola rutinku sendiri setelah beberapa saat aku seperti orang yang lagi belajar juggling. Apa kata yang tepat ya? Riweuh? Iya, riweuh berujung rudet. Dan baru aku tersadar kalau ternyata selama ini rutinitas yang aku la…

AES98 Melihat Sisi Positif
Tulisan ini berawal dari beberapa hari lalu aku dikirimin sebuah video yang bagiku terasa begitu menyayat hati, tentang seorang ayah yang menyuruh anaknya untuk membuang medali dan menyobek lembar sertifikat lomba yang diraihnya. Menurut sumber yang mengirimkan video, perlakuan itu karena sang anak…

AES97 Gerbang Kisah
Dua pekan yang lalu, sebelum jadwal penjengukan, akhirnya aku dan anakku bisa berbincang lewat gelombang suara. Lucu juga rasanya, padahal kesempatan seperti ini relatif longgar, tapi tetap saja menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Di akhir pembicaraan, anakku bilang, ‘Bu, inget kan tulisan d…
