AES759 Pembelajaran dari Meja Rusak

Siang ini saya kehadiran 3 orang teman dari SD-6 yang mengajak saya bicara terkait rusaknya salah satu meja belajar di kelasnya. Kejadiannya hari Jum'at lalu. Singkat cerita meja belajar itu rusak karena teman-teman ini (3 orang) karena keasikan ngobrol kemudian duduk di atas meja tersebut. Dalam obrolan sempat terungkap satu frasa : 'Tidak menyadari' dari salah satu teman-teman ini.
Saya mendengarkan penjelasan mereka, lalu kemudian menanyakan apa yang akan mereka lakukan. Mereka bilang, mereka akan mencoba memperbaiki, karena sebelumnya mereka sudah belajar dan mencoba beberapa teknik sederhana tentang pertukangan. Saya mengapresiasi kejujuran mereka, keberanian mereka untuk menceritakan langsung kepada saya apa yang terjadi dan menempatkan diri bertanggung jawab untuk memperbaiki. Lebih penting dari rusaknya meja tadi, ada pembelajaran yang mereka bisa dapatkan dari proses ini.
Dalam kesempatan ini saya juga bercerita tentang salah satu nilai yang kami coba jaga di Semi Palar untuk sedapat mungkin memperpanjang usia kebermanfaatan barang-barang yang kita gunakan. Sebagai contoh, salah satu layar proyektor yang kita gunakan - sudah ada sejak tahun 2004 - sebelum Semi Palar bahkan berdiri. Sejauh kita jaga dengan baik, masih bisa digunakan dengan baik, itu tandanya kita bisa menjaga barang itu dengan baik. Masa kebermanfaatannya panjang dan kita juga mengurangi membuang limbah karena barang-barang yang rusak. Ini baik untuk lingkungan. Tampaknya mereka juga bersepakat dengan itu. Sebetulnya nilai ini juga yang melandasi hal-hal lainnya di Semi Palar - seperti Situbucang maupun Pasar Seken. Pemikiran mendasarnya sama. Sepertinya baik jadi catatan di sini bahwa barang-barang yang sudah rusak kami perbaiki sedapat mungkin, dan kami ganti saat sudah tidak bisa diperbaiki.
Yang saya sangat apresiasi juga responsibility. Ini penting. Dari Sadhguru saya memahami bahwa responsibility - tanggung jawab, asal katanya adalah response ability - yang artinya kemampuan memberikan respons. Bahwa ada yang perlu dilakukan lebih lanjut setelah sebuah situasi yang terjadi, apapun itu.
Dari peristiwa ini, kita melihat bahwa rusaknya meja di SD-6 jadi pembelajaran tak terduga buat ke tiga teman tadi, mudah-mudahan juga buat kita semua yang sempat membaca tulisan ini. Kisah ini mirip dengan postingan saya di tahun 2022, tentang Keran Ajaib. Di pembelajaran holistik, penting bagi kita untuk bisa melihat segala situasi sebagai sebuah pembelajaran. Salam.
blog image dari Meta AI
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES478 Pendidikan yang Terlalu Ideal
Tulisan ini terpantik dari obrolan keselarasan dengan salah satu rekan orangtua yang akan mendaftarkan putranya ke Semi Palar. Kakaknya sudah lebih dahulu berproses di Smipa. Jadi rekan orangtua ini sudah cukup tau sebetulnya seluk beluk proses belajar di Semi Palar lewat kakaknya. Bagi orangtua ya…

AES396 Keran Ajaib
Saya mau cerita tentang sesuatu yang unik di Smipa : tentang Keran Ajaib. Kalau kita berjalan dari arah kantor ke arah ruang kelas SD, kita akan melihat dinding kuning dengan dua wastafel (tempat cuci tangan) di bawah tangga menuju ke lantai atas. Di wastafel itu ada dua buah keran. Dua keran ini y…

AES192 Bertanya dan Proses Penemuan Diri
Di beberapa minggu terakhir ini saya sedang banyak diundang ke berbagai kelompok (kelas) di Rumah Belajar Semi Palar untuk memfasilitasi Sesi Bertanya bersama kelompok-kelompok di Semi Palar. Hal ini sudah kami programkan sejak masa pandemi di tahun lalu - sejak TP16 di mana kami berusaha menggulir…
