AES764 Mempersepsi dan Memaknai Waktu

Salah satu buku yang diterbitkan oleh AES adalah kumpulan tulisan pendek yang membahas tentang Waktu. Entah kenapa ini jadi salah satu topik yang sebetulnya cukup berat - tapi banyak jadi pemikiran warga Smipa. Saya sendiri sempat menuliskan beberapa esai tentang Waktu. Bagi saya pribadi ini jadi topik yang menarik - sesuatu yang misterius dan sangat menarik untuk dipahami. Kemarin saya mengikuti salah satu kanal di Youtube - media yang belakangan jadi sumber belajar saya. Ada beberapa kanal yang memfokuskan diri untuk membahas tentang psikologi manusia.
Pagi tadi topik tentang waktu ini muncul lagi di laman Youtube saya. Rutin pagi saya, biasa saya barengi dengan mendengarkan beberapa video pendek - biasanya podcast. Tidak ragu saya mengkliknya dan mencoba mengikutinya.
Video yang ini buat saya keren banget - karena menjelaskan kenapa waktu bagi kita terus terasa makin cepat. Penjelasannya sangat mudah diterima. Lebih jauh lagi, video ini menjabarkan bagaimana waktu bergantung sebagaimana manusia mempersepsi dan memaknainya. Eyang Einstein yang memang seorang saintis memang mendefinisikan waktu secara matematis - mekanistis, walaupun ada cara lain mempersepsi waktu yang lebih manusiawi - yang lebih spiritual. Ini yang buat saya keren dan menjawab pertanyaan besar tentang waktu - kenapa waktu semakin lama terasa semakin cepat. Saat kita bisa mempersepsi dan memaknainya berbeda, pengalaman manusia tentang waktu juga bisa berbeda. Waktu bisa jadi sesuatu yang sangat personal dan subyektif. Dan ini sangat bergantung pada bagaimana manusia menempatkan makna di dalam proses yang berjalan di dalam durasi tertentu. Hal ini dijabarkan oleh seorang filsuf - yang hidup di era-nya Einstein. Mereka bahkan sempat berdebat - beradu argumen tentang persepsi mereka tentang waktu. Filsuf ini
Photo by Ola Dapo: https://www.pexels.com/photo/person-holding-a-alarm-clock-3463090/
Di bawah ini saya tautkan buku ke 9 AES - antologi esai pendek Ririungan yang membahas tentang waktu. Selamat menikmati.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

