AES778 Berbagi Bahagia

Kemarin sore Pasar Ramadhan kembali terlaksana di area parkiran Smipa. Ruang yang biasa penuh kendaraan selama hari persekolahan, kemarin dipenuhi lapak-lapak jualan Pasar Ramadhan. Ruang berbagi bahagia, ruang koneksi antara warga Smipa dan warga sekolah, orangtua, anak-anak dan tim smipa.
Gerbang dibuka jam 15.10. Pengunjung (yang tidak sebanyak PR sebelumnya) mulai masuk. Cukup tenang, ga heboh sepertinya karena mereka melihat 'persaingan' tidak seperti biasanya. Saya menduga ini erat kaitannya dengan situasi ekonomi yang sedang lesu... konon katanya Indonesia lagi gelap. Tapi setidaknya Semi Palar punya cara sendiri untuk menghadirkan cahaya keceriaan walaupun dengan cara yang sederhana.


Seperti biasa saya bantu-bantu kiri kanan, mengerjakan yang bisa dikerjakan, mengambil foto sambil mengamati suasana. Tetiba saya menyadari bahwa begitu banyak momen yang membuat saya tersenyum bahagia. Pasar Ramadhan kemarin sepertinya menghadirkan bahagia bagi banyak orang. Anak-anak yang senang atas kepemilikan barunya, ibu-ibu yang berhasil menemukan bingkisan lebaran untuk sanak saudara, teteh-teteh yang bolak balik dari satu lapak ke lapak lain menemukan sesuatu untuk membuat penampilannya gareulis di hati raya nanti. Menyenangkan banget melihatnya.
Soal berbagi ini kan sesederhana soal koneksi ya. Gagasan sederhana untuk berbagi barang-barang layak pakai agar bisa dimanfaatkan lagi oleh yang masih bisa memanfaatkan ini kan persoalan koneksi. Dan di luar berbagai kerepotan dan keseruan, begitu banyak senyum bahagia bagi yang terlibat. Di sini saya ingin menyebut @pasco yang awalnya memunculkan gagasan ini sekitar tahun 2010 atau 2011. Kami sama-sama tidak ingat. Artinya ini sudah penyelenggaraan Pasar Ramadhan yang ke 14 atau ke 15 kalinya. Keren ya. Sambil menuliskan esai ini saya menyapa Pasco lewat chat WA - menyampaikan bahwa apa yang beliau gagas sekian belas tahun lalu masih berjalan terus sampai hari ini.
Untuk kesekian belas kalinya kegiatan ini teeselenggara atas kontribusi seluruh warga smipa. Panitia, tim mujaer dan juga warga sekitar sekolah yang selalu menyambut kegiatan ini, menjadikannya sebuah tradisi yang berjalan dari tahun ke tahun.

Sampai jumpa di tahun mendatang. Salam bahagia.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

