AES780 Waspada Mekanistik

Membayangkan bagaimana leluhur kita, nenek moyang kita mengolah sawah dan kebunnya, sebelum teknologi maju banyak digunakan untuk mempermudah berbagai proses di sawah dan perkebunan. Awalnya semua dilakukan dengan tangan-tangan manusia. Hari ini begitu banyak pekerjaan tangan diambil alih oleh alat, oleh mesin, oleh teknologi. Perubahan yang membuat banyak hal kehilangan sentuhan, kehilangan rasa kemanusiaan.
Kalau ditelaah hal-hal apa yang pertama-tama bisa digantikan dengan alat, dengan teknologi, adalah hal-hal yang pada dasarnya berulang, repetitif. Hal-hal inilah yang kemudian mulai dimekanisasi, supaya berbagai proses bisa diefisiensi, diefektifkan. Apalagi setelah proses industrialisasi dimulai, dan berbagai konsep ekonomi yang bicara tentang keuntungan dan berbagai hal lainnya jadi landasan berpikir berbagai sistem ekonomi. Hari ini kita semua berhadapan dengan pertanyaan bagaimana AI akan mengubah banyak hal - termasuk semakin menghilangkan pekerjaan manusia, karena AI akan bisa menggantikan sebagian dari kerja pikiran manusia - bukan hanya kerja fisiknya belaka.
Kehadiran teknologi sepertinya juga sangat berpengaruh pada pola pikir manusianya. Mungkin bukan semata karena teknologi, tapi sistem ekonomi, industrialisasi, memengaruhi cara manusia berpikir. Hal-hal yang berulang, repetitif mudah menjebak manusia ke dalam cara berpikir yang mekanistis. Dari perpektif neurosains, para ahli bilang bahwa begitulah cara kerja otak manusia. Untuk menghemat enerji, otak manusia mengalihkan hal-hal repetitif, berulang ke jaringan otak tertentu. Hal ini terjadi karena merupakan mekanisme manusia untuk bertahan hidup.
Begitulah manusia punya kecenderungan besar untuk berpikir secara mekanistik. Hal inilah yang perlu disadari betul. Karenanya inilah yang saat ini dijadikan salah satu pijakan tentang berkesadaran - kata yang kami pilih untuk menerjemahkan kata mindfulness. Di sinilah esensinya. Bahwa manusia berkesadaran akan mampu mengatasi pikiran-pikirannya, alih-alih sebaliknya, pikiran-pikiran manusia mengendalikan dirinya.
Di Semi Palar hal-hal seperti ini berlaku juga. Sistem yang ditempatkan setelah beberapa waktu dilaksanakan akan juga beralih jadi jebakan dan beralih menjadi sesuatu yang mekanistik. Di Semi Palar yang menerapkan pendidikan Holistik - yang bicara tentang manusia seutuhnya, sentuhan kemanusiaan harus jadi keutamaan. Berbagai sistem dan perangkat hanyalah perangkat yang memudahkan. Dalam melaksanakannya, spirit, kesadaran dan kesentuhan kemanusiaan harus senantiasa hadir di dalamnya. Semoga hal ini bisa kita jaga dalam kesadaran kita. Salam.
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/gray-scale-photo-of-gears-159298/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

