AES799 Dipaksa Hening

Ada sesuatu yang terjadi di penghujung April 2025. Sebagian Eropa dilanda black-out - yang paling terdampak setahu saya adalah Spanyol dan Perancis. 12 jam mereka dilanda kegelapan, karena listrik dan segala infra-struktur yang ditenagai listrik juga tidak berfungsi. Ada yang bilang penyebabnya adalah sistem kelistrikan yang dihack dan lain sebagainya. Beberapa ahli menyorotinya sebagai dampak solar flare yang menerpa planet bumi. Kejadian ini mirip the Carrington Event yang terjadi tahun 1958, saat badai matahari melontarkan gelombang elektro magnetik yang menerpa permukaan bumi.
Hal yang menjadi menarik adalah bagaimana masyarakat di sana dipaksa hening. Tidak ada pilihan lain. Mereka jadi melepaskan diri dari rutinitas sebelumnya yang cenderung riuh dan penuh distraksi. 12 jam bukan waktu yang singkat. Anak saya yang tinggal di Jerman sempat cerita, kalau di sana 10 menit saja listrik mati, keluarga di rumahnya bisa sangat heboh bahkan panik.
Karena sedang tertarik dengan fenomena Solar Maximum, siklus matahari yang sedang sangat aktif saat ini, kemudian saya menemukan video di atas ini - yang menyoroti kejadian ini dari perspektif kesadaran manusianya. Apalagi di Eropa sana, atau mungkin juga di berbagai negara maju lainnya, kejadian seperti ini jarang sekali dialami masyarakatnya. Situasi yang menyebabkan masyarakat ini kemudian dipaksa hening. Ini menarik...
Judul tulisan ini menggaris bawahi keyakinan saya bahwa kesadaran kolektif manusia memang sedang bergeser - dan dipaksa bergeser sesuai dengan siklus semesta yang sedang berjalan. Kita sedang ada di titik balik siklus semesta yang sangat besar. Kita sedang berada di titik terbawah siklus ini, titik nadir, titik balik menuju ke kesadaran yang lebih tinggi. Salah satu contohnya adalah video di atas ini. Matahari aktif, menyiram bumi dengan gelombang elektromagnetiknya, mengakibatkan black-out berkepanjangan dan memaksa manusia untuk hening... Dari sini - setidaknya dari video di atas ini ada yang menyadari bahwa sesuatu sedang bergeser di dalam dinamika kehidupan manusia.
Di Semi Palar, sempat terjadi perbincangan bagaimana masyarakat Indonesia dulu, apalagi di pedesaan, apalagi saat bulan purnama terjadi. Sampai larut warga desa, tua muda hadir di bawah siraman sinar bulan purnama, anak-anak berlarian dan bermain di sekitar rumah mereka. Ini sudah tidak lagi terjadi. Malam hari kita semua ngumpet di dalam rumah dan asik dengan gawai kita. Sayapun sekarang sudah demikian. Kesempatan untuk hadir di tengah-tengah alam sudah sulit didapati di dalam kehidupan saat ini. Seingat saya sudah cukup lama saya tidak mendapati ini, terakhir di bulan September, catatannya sendiri saya simpan di dalam tulisan ini : Petang, Malam, Pagi di Lembang.
Photo by Lennart Wittstock: https://www.pexels.com/photo/low-angle-view-of-man-standing-at-night-316681/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

