AES80 midnight diner
Baru menonton kembali sebuah serial mengenai kedai tradisional kecil di tengah kota besar. Tampaknya terletak di salah satu jalan-jalan kecil yang hanya dilalui pejalan kaki, di antara toko-toko dan tempat hiburan. Mungkin kalau di sini, identik dengan warung kopi. Uniknya kedai ini baru buka tengah malam, menjelang hari berganti, hingga pagi saat orang-orang mulai bersiap kerja. Untuk kota besar yang sibuk, terus berdenyut, tak pernah tidur, sepertinya ada saja pekerja lembur, pekerja malam, atau pelajar yang juga bekerja pada jam-jam yang tidak biasa.
Pemiliknya seorang pria paruh baya dengan pembawaan misterius, dengan gores luka pada mata kirinya, memanjang dari bawah alis hingga pipi. Para pengunjung kedai memanggilnya Master. Master selalu berpakaian tradisional senada dengan kedainya. Meski tak banyak bicara, wajahnya berkesan ramah dengan mata yang kerap tampak tersenyum. Selalu terlihat tenang, bijak dan jelas dalam bersikap. Banyak pelanggan yang suka datang dan berkumpul di situ karena suasana kedai yang apa adanya, bukan hanya karena makanannya yang enak.
Menu yang tertera hanya terdiri dari 1 makanan dan beberapa minuman. Namun para pengunjung tampaknya sudah tahu bahwa mereka bisa memesan makanan yang berbeda. Master bersedia membuatkan bila ia memiliki bahan-bahan yang dibutuhkan. Beberapa pelanggan tetap bahkan sudah memiliki menu khusus yang selalu mereka pesan. Ada pula pelanggan yang membawa sendiri bahan utama dan meminta Master untuk memasak makanan yang mereka inginkan. Menu-menu inilah yang kemudian menjadi judul setiap episode. Kadang sangat sederhana seperti Kitsune Udon; udon dan aburaage, Egg Sandwich; roti tawar dan telur dadar, atau Butter Rice; yang benar-benar hanya nasi dengan sedikit mentega dan kecap asin. Namun saat dihidangkan dan dinikmati tetap tampak menggugah selera.
Gagasan bahwa makanan dapat membawa kembali kenangan masa lalu, mengingatkan pada momen bahagia ataupun sedih, pada orang-orang yang dikasihi, pada situasi atau pengalaman tertentu, di serial ini dikemas hingga jadi menarik. Berbagai cerita tentang perjalanan hidup dari yang sangat biasa hingga yang absurd dan kocak, mengalur sederhana di setiap episode filem seri berbasis manga ini. :)
Komentar (2)
ini seri yang menarik sekali, Kak Ine. Interaksi antar karakternya terbangun dengan indah!
dan manusiawi sekali.. sebelumnya saya pikir orang jepang itu sopan tapi kaku.. ternyata kalo di warung ya bisa demikian cair..
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

118 cukup besar
“Kamu bisa melakukannya?” tanya ibu sambil menyiapkan Hiroki untuk berangkat. “Ya.” Jawab Hiroki yakin, sambil mengangkat bendera kuning yang ia bawa. “Benar, pegang lurus ke depan kalau mau menyeberang ya.” kata ibu menegaskan. “OK, pergilah. Bye-bye..” kata ibu. “Bye-bye!” kata si kecil Hiroki sa…

110 yesterday
Jenis font yang khas pada judul film ini segera menarik perhatianku. Wah pasti film tentang Beatles nih.. Ternyata bukan tentang Beatlesnya sendiri. Justru berkisah ketika dunia tidak mengenal Beatles. Terjadi black out 12 detik di seluruh dunia. Jack Malik, seorang pemusik yang baru saja memutuska…

103 it's a wonderful life
Sebuah film lawas yang kerap jadi pilihan untuk diputar menjelang natal. Awalnya karena latar belakangnya yang kental dengan suasana Natal. Untuk aku, musik atau film bernuansa Natal membangun spirit dan kadang mengingatkan kembali pada makna yang perlu diresapi dan digali dari tahun ke tahun. Pert…

