AES83 Anak-Anak dan Komunitas Ikan

Hari ini aku nunggu di sekolah karena anakku lagi kumat alerginya, tapi tetap ingin mengikuti kegiatan kelas. Dan aku malah terhibur dengan aksi teman-teman kelas 2 yang berlari-lari ke arah parkiran. Cukup serius nampaknya, aku mencuri dengar laporan salah satu anak bernama Jill kepada pak Husen, "Kolamnya bocor, airnya keluar".
Aku jadi penasaran dan bergegas masuk ke longpus, tempat dimana area kolam berada. Barulah kupahami, air yang meluber keluar akibat dari kran air yang lupa ditutup. Aku terkikik, 'Oh, luber rupanya, bukan bocor', syukurlah. Namun, ada yang lebih menarik yang dilakukan anak-anak manis ini. Mereka berinisiatif sekali untuk menyelamatkan para penghuni kolam dengan menyusun bebatuan di pinggir kolam. Bersama Zaenab, Jill, Andra dan teman-teman lain yang belum kutahu namanya, bekerjasama memindahkan batu dan kerikil kecil dari area sekitar longpus. Menurut mereka, susunan batu tersebut bisa menyumbat agar air tidak terus tumpah keluar kolam.

Aku, dengan otak dewasaku ini, tentu mana terpikir berbuat seperti itu. Paling hanya kubiarkan sajalah, kan nanti juga airnya akan mengalir sendiri dan mengering. Tanpa memikirkan bagaimana nasib para ikan disana. Sedangkan manusia-manusia kecil ini sibuk memikirkan ikan-ikan, karena khawatir dengan lubernya air, bisa jadi para ikan ikut keluar juga dari dalam kolam terbawa arus air.
Ah, betapa menyejukkan melihat situasi pagi ini. Hati-hati bersih mereka yang belum penuh dengan banyak prasangka, belum terbatasi oleh apapun, hari ini telah berhasil 'menyelamatkan' komunitas ikan. Dan mungkin pengalaman hari ini justru akan melekat selamanya didalam hati. Bukan menjadi ingatan yang sia-sia, tetapi menjadi pijar yang menerangi perjalanan demi perjalanan mereka di hari depan.
Komentar (1)
Aaah, tulisan-tulisan seperti ini yang meyakinkan bahwa belajar secara holistik sungguh memperkaya... Terima kasih atas ceritanya. Luar biasa ini Buy.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES89 Dalam Batas Pandang
Di satu kesempatan, aku dan anakku mengobrol cukup mendalam. Kala itu kami membahas tentang pentingnya untuk memahami bahwa apa yang kita perbuat, utamanya adalah untuk diri sendiri terlebih dahulu. Sederhananya, aku mencoba menjelaskan; ketika kita belajar kemudian mendapatkan ilmu, maka yang pali…

AES66 Dasyatnya Sebuah Tulisan
Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala. (Sayyid Qutb) Anakku senang bercerita dan seperti juga aku terkadang senang berguman sendiri. Satu waktu aku pernah membuatkannya blog, maksudnya adalah agar ia mau menumpahkan apa yang dipikir…

AES936 Hidup adalah Udunan
TIdak ada peristiwa kebetulan, minggu lalu salah satu kakak bilang sama saya, kak Andy kapan kita ngobrol... Hmm, pikiran yang sama juga mampir dalam diri, bahwa memang sudah waktunya ngobrol dengan kakak ini. Nyambung ya... Akhirnya hari minggu kemarin kitapun jumpa setelah olahraga pagi - sambil…
