AES831 Jengkel

Saya bukan orang yang mudah terganggu oleh sesuatu, tapi kemarin ada sesuatu yang bikin saya jengkel. Disampaikan oleh seorang pejabat negara yang saya pikir tidak akan memunculkan pernyataan seperti itu. Saya sebut saja namanya ibu Sri Mulyani. Orang hebat, tapi statement kemarin itu meruntuhkan semua persepsi baik tentang beliau.
Entah di dalam forum apa, tapi ibu Sri Mulyani dalam kesempatan itu menyatakan dengan lugas, dengan ekspresinya yang membuat saya mengerenyitkan dahi, beliau bilang "Guru adalah beban negara".
Mari kita telaah dengan jernih kata-kata beliau ini. Pertama-tama, pendidikan, yang tertulis dalam frasa mencerdaskan bangsa adalah tugas negara. Hal ini diamanatkan dengan jelas di dalam undang-undang. Kemudian pemerintah bersama DPR sudah mengalokasikan anggaran pendidikan yang besar - yang katanya sudah mencapai 20% total nilai APBN. Kalau namanya sudah dialokasikan, berarti pagu anggaran tersebut sudah masuk ke dalam pengelolaan keuangan negara. Negara sudah bersepakat bahwa 20% dari anggaran akan dialokasikan untuk sektor pendidikan. Untuk apa? Kembali ke tujuan di atas tentunya untuk berbagai upaya mencerdaskan bangsa. Yang entah kenapa sampai hari ini amanat mencerdaskan bangsa itu tidak pernah tercapai. Soal ini tentunya akan ada bahasan lain lagi.
Poin kedua, ibu Sri Mulyani sebagai menteri keuangan, memang pemegang kekuasaan tertinggi pengelolaan keuangan negara. Tugas ibu Sri ya itu mengelola keuangan. Ini kan sama seperti seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari harus mengelola keuangan rumah tangganya, termasuk mengatur biaya pendidikan anaknya. Lha kok bisa beliau bicara bahwa anggaran pendidikan - guru adalah beban negara. Dimana sih logikanya?
Pada saat yang kurang lebih bersamaan, pemerintah menetapkan kenaikan gaji anggota DPR yang sudah luar biasa besar. Lha ini logikanya juga di mana? Mana yang sebetulnya beban negara? Anggota DPR itu hasil kerjanya apa? Sementara para guru yang bergulat sehari-hari dengan tugas mendampingi anak-anak Indonesia - masa depan bangsa dianggap jadi beban. Berapa sih penghasilan guru di Indonesia? Berapa perbandingannya dengan gaji para anggota DPR?
Masih jelas dalam ingatan saya, sekitar 4 tahun silam saya sempat berkunjung ke Sumba Barat Daya, ke daerah Weetebula. Melihat, berinteraksi dan berbincang dengan para pelaku pendidikan di sana. Saya mendengar bahwa gaji guru di Weetebula masih berkisar di angka Rp.500.000 sebulan. Bayangkan. Dan itu kadang dibayarkan tiga bulan sekali kepada mereka. Angka ini bisa jadi adalah angka anggaran sekali makan siang para pejabat negara di Ibu kota. Hal ini masih terjadi di dalam konteks kemerdekaan Indonesia yang ke 80 tahun. Delapan puluh tahun. Perjalanan bangsa Indonesia sudah mendekat ke 100 tahun, 1 abad. Bukan waktu yang sebentar...
Sementara para pejabat kita masih tidak mampu berpikir secara luas dan mendasar, melihat berbagai persoalan dengan jernih lalu menemukan solusinya. Mereka masih hanya jago melontar wacana dan pernyataan-pernyataan yang seakan keren, seolah-olah gagah...
Begitulah curhat saya kali ini... Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Rumah Belajar Semi Palar ini tidak jadi beban negara, karena apa yang kita lakukan secara mandiri sebagai anggota masyarakat adalah menjadi bagian kecil dari persoalan pendidikan yang begitu besar. Terakhir saya mohon maaf kalau tulisan ini mengganggu satu atau dua pihak, saya hanya bicara fakta, apa adanya. Salam pendidikan. Salam kemerdekaan.
Photo by Frank K: https://www.pexels.com/photo/photo-of-man-with-hand-on-his-head-in-the-dark-1820689/
Komentar (2)
Statement saya khususnya untuk ibu Sri Mulyani, dengan ini saya koreksi. Mudah-mudahan ibu Sri Mulyani tetap amanah mengelola keuangan Republik ini dan bekerja dengan nilai-nilai keadilan dan kejujuran. Salam.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…


