AES84 Sudahkah kita menjadi Seniman?

Kerja seni adalah pekerjaan rasa. Sementara di negeri kita tercinta ini, pendidikan ialah melulu soal nalar dan logika. Tak heran jika Kang Aat yang saat itu meletakkan perhatian dan rasa pada setiap pemaparan Kakak, melahirkan ungkapan bahwa Kakak-Kakak di Smipa adalah seniman pendidikan. Bagaimana tidak, tiada satu pembahasanpun tentang pencapaian nilai dan keberhasilan peringkat di kelas. Ulasan setiap Kakak selalu berangkat dari pengamatan yang jeli dan jitu tentang perkembangan setiap anak "menjadi manusia" seutuhnya melalui bermacam program yang berjalan sepanjang tahun. Tak hanya anak, Kakak juga menyorot perkembangan diri sendiri sebagai Kakak sekaligus manusia, pertumbuhan Kakak lain atau partner di kelas, bahkan orangtua dan keluarga Smipa. Semua belajar, semua murid, dan semua guru. Tentu saja ini soal rasa, bisa merasa dan bukan merasa bisa.
Di mana seninya? Setidaknya ini beberapa "cabang" seni (menurut amatanku sendiri) yang dihidupi oleh Kakak-Kakak dan tim Smipa sebagai seniman pendidikan: Seni Mengamati, Seni Mengenal Diri (diri sendiri dan anak), Seni Mengantarkan, dan Seni Meluaskan. Semoga ada kesempatan untuk menguraikan setiap "cabang" seni di atas menjadi tulisan-tulisan terpisah di Ririungan.
Selain "cabang-cabang" seni ini, tentu saja ada seni lain yang dikuasai Kakak-Kakak atau keluarga Smipa, sehingga sangat terbuka untuk siapa saja menambahkan "cabang" seni lain di kolom komentar atau tulisan lain untuk saling menggenapi.
Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi seniman?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES46 Sukarela Belajar Sukarela #hakmengajar2
Menyambung cerita sebelumnya mengenai hak mengajar yang diberikan murid kepada guru. Sehingga guru bukan hanya merasa punya wewenang mengajar yang memang diberikan lembaga kepadanya. Kemudian lupa bahwa mengajar tidak bisa berdiri sendiri, harus ada yang "diajar" atau belajar dari proses mengajar.…

AES951 Siap Bersekolah
Pagi ini di ruang tempat kami berdiskusi - berkoordinasi, terdegar suara tangisan seorang anak. Hari Selasa ini kami baru memasuki hari ke lima bersekolah, di TP ke 22 ini. Mengamati sebentar, sepertinya ini terjadi karena kenyamanan teman baru ini di rumah barunya. Murid di TK-A yang masih perlu w…

AES832 Foto Favorit Guru dan Murid
Sore kemarin kak @innocentiaine mengirim WA menanyakan kalau saya punya foto yang pas untuk dijadikan ilustrasi dari proses pembekalan kakak-kakak baru sore hari ini. Saya cari-cari dan entah kenapa ingatan saya selalu kembali ke foto di atas ini. Foto ini kemudian saya kirimkan ke kak Ine dengan c…
